Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) memperkirakan BI akan mempertahankan suku bunga acuan pada level 5,75 persen.
Peneliti LPEM UI Jahen F Rezki menjelaskan, pengetatan moneter lebih lanjut dinilai kurang efektif dalam menopang Rupiah, sementara risikonya dapat membebani aktivitas ekonomi domestik mengingat tekanan inflasi saat ini mayoritas bersumber dari sisi penawaran (supply side).
“Mengingat tekanan inflasi sebagian besar masih didorong oleh sisi penawaran dan pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut mungkin memberikan dukungan yang semakin berkurang terhadap rupiah sekaligus membebani aktivitas domestik, kami memperkirakan Bank Indonesia akan mempertahankan BI Rate pada level 5,75 persen pada rapat dewan gubernur mendatang,” kata Jahen dalam Seri Analisis Makroekonomi, Selasa (21/7/2026).
Meskipun inflasi tahunan per Juni 2026 bergerak naik ke level 3,34 persen dari bulan sebelumnya yang sebesar 3,08 persen, kenaikan tersebut utamanya dipicu oleh penyesuaian harga bahan bakar nonsubsidi dan tarif angkutan udara, bukan karena lonjakan permintaan masyarakat secara meluas.