sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Purbaya Sebut Indonesia Sempat Ditawari Utang IMF untuk Tambal Defisit APBN

Economics editor Rohman Wibowo
16/04/2026 08:00 WIB
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menggelar pertemuan dengan pimpinan Dana Moneter Internasional (IMF) di AS.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menggelar pertemuan dengan pimpinan Dana Moneter Internasional (IMF) di AS. (Foto: Dok. Kemenkeu)
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menggelar pertemuan dengan pimpinan Dana Moneter Internasional (IMF) di AS. (Foto: Dok. Kemenkeu)

Purbaya menekankan ketahanan fiskal nasional masih kuat sehingga tidak membutuhkan pinjaman IMF. Ini merujuk pada saldo anggaran lebih (SAL) yang kini mengendap di Bank Indonesia (BI) yang mencapai lebih dari Rp400 triliun dan bisa digunakan kapan saja.

"Tentu saja Indonesia tidak membutuhkan (bantuan IMF) karena anggaran kita cukup baik dan kita masih punya bantalan yang cukup besar, Rp420 triliun yang saya bilang sebelumnya," tuturnya.

Purbaya mengklaim IMF takjub dengan kebijakan fiskal pemerintah yang dinilai dapat menjaga perekonomian nasional di saat negara lain diterpa isu pelambatan pertumbuhan. Bendahara negara mengemukakan sejumlah injeksi keuangan untuk perbankan menjadi salah satu penopang.

Sejumlah indikator makro seperti daya konsumsi rumah tangga juga diutarakan Purbaya di depan pihak IMF. Kebijakan anggaran yang dikeluarkan sejak tahun lalu diklaim Purbaya berdampak positif ketika efek ekonomi akibat perang melanda dunia seperti inflasi harga minyak. 

"Dan dia (Kristalina) kelihatannya senang dengan keadaan seperti itu. Tapi mereka tidak akan melakukan kebijakan khusus untuk membantu negara-negara lain, tapi yang jelas mereka akan memberitahukan ke seluruh dunia negara-negara mana saja yang performance-nya bagus," tutur Purbaya.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement