Purbaya menegaskan, meski kewajiban tersebut berada di bawah pemerintah, penggunaan dana APBN akan ditekan semaksimal mungkin.
Baca Juga:
"Tapi Whoosh nanti skemanya belum saya kasih tahu kan. Nanti enggak seperti ini. Whoosh itu walaupun (dibebankan ke) APBN atau di pemerintah, tapi akan kita kecilkan semaksimal mungkin dana APBN yang dipakai untuk bayar Whoosh, tapi dikelola oleh kami," kata dia.
Purbaya masih enggan mengungkap skema yang akan digunakan untuk melunasi kewajiban proyek kereta cepat tersebut. Dia hanya memberi sinyal Kementerian Keuangan memiliki sejumlah special mission vehicle (SMV) yang dapat dimanfaatkan dalam skema pembiayaan.
"Nanti kita kasih tahu, karena saya punya banyak SMV," ujar dia.