Meski demikian, dia belum dapat memastikan apakah pengadaan motor listrik yang saat ini beredar telah melalui persetujuan yang sama. Purbaya mengaku akan melakukan pengecekan lebih lanjut terkait kebijakan tersebut.
"Tapi saya akan double check lagi. Tapi tahun lalu sempat kita enggak mau, kita tolak untuk beli komputer yang terlalu banyak dan beli motor. Tapi sekarang saya belum tahu saya akan lihat lagi seperti apa," katanya.
Lebih lanjut, Purbaya menekankan, meskipun tidak secara mutlak dilarang, penggunaan anggaran untuk pengadaan barang penunjang harus tetap mengacu pada prioritas program, yakni memastikan pemenuhan gizi masyarakat.
"Bukan enggak boleh, kita enggak tahu programnya seperti apa tapi harusnya utamanya untuk makanan. Kalau yang pebisnisnya untung cukup," ujar dia.