IDXChannel - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi bahwa pemerintah telah mengalokasikan tambahan anggaran operasional bagi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).
Langkah itu diambil untuk memperkuat kapabilitas pengawasan serta meningkatkan frekuensi penindakan terhadap aksi penyelundupan dan praktik kecurangan bisnis di wilayah perbatasan Indonesia.
Menurut Purbaya, penambahan anggaran tersebut mulai direalisasikan pada tahun anggaran berjalan dengan nilai melebihi Rp1 miliar.
"Jadi memang Bea Cukai, biaya operasinya kita tambah supaya lebih banyak aktif menangkap penyelundupan-penyelundupan maupun kecurangan bisnis lain di Indonesia," ujar Purbaya dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (13/8/2026).
Saat dikonfirmasi mengenai besaran pasti dari suntikan dana operasional tersebut, Purbaya menyebutkan bahwa nilainya cukup memadai untuk menunjang efektivitas pengawasan di lapangan.
"Ada baru cukuplah, Rp1 miliar sih lebih sih," ungkapnya ketika ditanya mengenai besaran anggaran per tahun ini.
Dukungan pembiayaan operasional ini sejalan dengan keberhasilan Bea Cukai Soekarno-Hatta bersama Aviation Security (Avsec) dan Kepolisian yang baru saja menggagalkan dua upaya penyelundupan emas bernilai fantastis di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Dalam kurun waktu kurang dari 24 jam pada Selasa (11/8/2026), petugas gabungan berhasil mengamankan barang bukti berupa 23,79 kilogram emas berkadar 24 karat dengan estimasi nilai pasar mencapai Rp63 miliar.
Kasus tersebut melibatkan dua modus operandi yang berbeda. Kasus pertama melibatkan tujuh WNA asal China yang menyembunyikan 17,43 kilogram emas di dalam celana modifikasi (body strapping) hingga disisipkan ke dalam organ intim (body insertion).
Sementara kasus kedua mengungkap keterlibatan oknum staf ground handling yang memanfaatkan jalur khusus karyawan (loading dock) untuk menyerahkan 6,35 kilogram emas kepada penumpang tujuan Dubai.
Purbaya menegaskan bahwa penguatan anggaran dan fasilitas teknologi amat krusial agar jajaran Bea Cukai dapat terus berada selangkah di depan para pelaku kejahatan kepabeanan yang modusnya semakin dinamis. (Febrina Ratna Iskana)