Pernyataan tersebut kembali menegaskan apa yang diutarakan Purbaya pada Rabu (4/6/2026). Dia membantah tudingan bahwa pengelolaan APBN saat ini ugal-ugalan, sehingga menyebabkan investor asing melepas rupiah dan menukarnya dengan dolar AS.
Pada momen yang sama, Ketua LPS periode 2020-2025 itu juga menepis kabar lembaga pemeringkat internasional, Standar & Poor's (S&P) akan menurunkan (downgrade) rating surat utang Indonesia yang saat ini berada di level BBB dengan outlook stabil. Dia menyebut, dirinya baru akan bertemu dengan perwakilan S&P malam ini.
“Saya pikir banyak rumor di dalam negeri yang pasti ketika S&P datang ke sini, ada rumor S&P akan men-downgrade. Padahal saya baru mau ketemu nanti malam,” katanya.
Purbaya mengungkapkan, dirinya juga telah berdiskusi dengan perwakilan S&P saat mengadakan kunjungan kerja di Amerika Serikat (AS) beberap waktu lalu. Dari dialog tersebut, dia yakin S&P memiliki pemahaman yang lebih komprehensif dan positif atas APBN dan kondisi perekonomian domestik.
"Kalau melihat kondisi fiskal kita, saya sih enggak ada masalah," imbuhnya.
(Rahmat Fiansyah)