AALI
10425
ABBA
424
ABDA
0
ABMM
1500
ACES
1405
ACST
282
ACST-R
0
ADES
2550
ADHI
1185
ADMF
7975
ADMG
228
ADRO
1860
AGAR
346
AGII
1515
AGRO
2010
AGRO-R
0
AGRS
204
AHAP
64
AIMS
406
AIMS-W
0
AISA
240
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
635
AKRA
4280
AKSI
430
ALDO
705
ALKA
234
ALMI
234
ALTO
308
Market Watch
Last updated : 2021/10/15 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
517.26
-0.05%
-0.28
IHSG
6633.34
0.11%
+7.22
LQ45
972.21
-0.05%
-0.45
HSI
25330.96
1.48%
+368.37
N225
29068.63
1.81%
+517.70
NYSE
16744.29
1.4%
+231.13
Kurs
HKD/IDR 1,817
USD/IDR 14,150
Emas
812,528 / gram

Rachel Vennya Kabur dari Karantina, IDI: Anda Datang dari Negara Berisiko Super Tinggi!

ECONOMICS
Muhammad Sukardi
Kamis, 14 Oktober 2021 11:04 WIB
Rachel Vennya diduga kabur dari lokasi karantina di Wisma Atlet Pademangan. Ia semestinya menjalani masa karantina selama 8 hari, tetapi hanya menjalani 3 hari.
Rachel Vennya Kabur dari Karantina, IDI: Anda Datang dari Negara Berisiko Super Tinggi! (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Selebgram Rachel Vennya diduga kabur dari lokasi karantina di Wisma Atlet Pademangan. Ia semestinya menjalani masa karantina selama 8 hari, tetapi hanya menjalani 3 hari usai tiba dari Amerika Serikat.

Informasi terbaru diketahui bahwa kaburnya Rachel Vennya dari lokasi karantina mendapat bantuan dari pihak TNI. Hal ini semakin membuat masyarakat kaget tak percaya.

Di sisi lain, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban memberikan komentar terkait kasus ini di media sosial Twitter. Ia jelas kecewa dan marah dengan kejadian tersebut.

"Siapapun Anda, yang diduga selebgram dan diduga kabur, serta diduga dibantu petugas, Anda tidak dapat meninggalkan karantina atas alasan apapun," tegas Prof Beri, sapaannya, di Twitter, Kamis (14/11/2021).

Bagi Prof Beri, apa yang dilakukan si selebgram tersebut menempatkan risiko bagi masyarakat. "Apalagi Anda datang dari negara berisiko super tinggi," tambahnya.

Ia pun mengatakan bahwa jangan mentang-mentang selebgram memiliki kekuatan tersendiri, akhirnya menggunakan hal itu untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan. "Jangan merasa punya privilege," ungkap Prof Beri. (RAMA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD