Selain itu, produsen juga dapat mencari alternatif substitusi bahan plastik, termasuk dengan mencampurnya dengan material lain. Dalam sejumlah produk seperti peralatan rumah tangga atau karung, bahan plastik dapat dicampur dengan filler seperti kapur, talek, atau silika.
“Campuran filler tersebut bisa ditingkatkan sehingga biaya produksi turun tanpa mengurangi fungsi utama produk plastik,” katanya.
Penyesuaian juga dapat dilakukan pada ukuran produk plastik yang diproduksi. Produsen dapat mengurangi berat, ketebalan, maupun dimensi kemasan agar biaya produksi lebih efisien.
Sebagai contoh, kemasan makanan ringan yang sebelumnya memiliki ketebalan 100 mikron dapat dikurangi menjadi sekitar 80 mikron. Penyesuaian ini dapat menekan penggunaan bahan baku hingga 20 persen, meskipun masa simpan produk sedikit berkurang.
Di sisi hulu, industri juga didorong untuk mencari alternatif bahan baku selain nafta dengan memperbarui teknologi produksi. Beberapa opsi yang dinilai potensial antara lain penggunaan kondensat, LPG, maupun propana.