Fajar menilai kondensat sebenarnya tersedia di dalam negeri, namun perlu pemetaan lebih lanjut mengenai lokasi, jumlah pasokan, serta waktu pemanfaatannya.
Ia juga mendorong pemerintah untuk mempertimbangkan LPG sebagai bahan baku alternatif dalam industri petrokimia. Saat ini LPG masih dikenakan bea masuk karena selama ini lebih banyak digunakan sebagai sumber energi.
“Padahal LPG bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku alternatif industri petrokimia. Karena itu kami berharap pemerintah dapat mengkaji ulang kebijakan terkait penggunaan LPG atau propana sebagai bahan baku,” ujarnya.
Lebih lanjut, Fajar menilai inovasi di sektor hulu dan hilir industri plastik juga akan berdampak pada rantai pasok hingga ke tingkat pedagang, termasuk usaha mikro dan kecil di pasar tradisional maupun pertokoan.
Meski demikian, ia tidak menampik adanya potensi kenaikan harga produk plastik di pasaran setelah periode Idulfitri. Menurutnya, harga kemungkinan akan bergerak menuju titik keseimbangan baru seiring perubahan kondisi pasar.