sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

RAPBN 2027, Ekonom Soroti Timpang Postur Belanja dan Penerimaan Pajak 

Economics editor Rohman Wibowo
16/08/2026 17:33 WIB
Pemerintah menargetkan penerimaan perpajakan sebesar Rp2.908 triliun pada 2027 atau tumbuh 10,5 persen.
RAPBN 2027, Ekonom Soroti Timpang Postur Belanja dan Penerimaan Pajak (Foto: iNews Media Group)
RAPBN 2027, Ekonom Soroti Timpang Postur Belanja dan Penerimaan Pajak (Foto: iNews Media Group)

"Pembayaran restitusi di akhir 2026 dan awal 2027 bisa menggerus penerimaan perpajakan sehingga kami memproyeksikan angkanya hanya di Rp2.736 triliun, sementara PNBP juga tertekan di angka Rp447 triliun akibat melambatnya ekspor," kata Huda.

Dengan asumsi pertumbuhan ekonomi sebesar 4,7 persen dan inflasi 5,74 persen, Celios memperkirakan penerimaan perpajakan hanya setara 9,39 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Menurut Huda, persoalan RAPBN 2027 tidak hanya berada di sisi pendapatan, tetapi juga pada distribusi belanja negara.

Pemerintah merencanakan belanja negara sebesar Rp4.097 triliun. Celios menilai alokasi tersebut masih menunjukkan ketimpangan antara belanja pemerintah pusat dan transfer ke daerah.

"Target belanja Rp4.097 triliun sangat timpang antara pusat dan daerah di mana daerah kembali tidak mendapat hak semestinya, sehingga kami memproyeksikan belanja riil hanya Rp3.766 triliun dengan defisit APBN diperkirakan sebesar Rp582 triliun," ujar Huda.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement