"Kami komisaris tentu saja berharap bahwa partner yang nanti diganti oleh Direksi bisa memberikan penawaran yang menarik buat orang-orang yang bisa datang ke Ancol karena ada reklamasi tersebut," kata dia.
Sebelumnya, korporasi menunjuk Syahmudrian Lubis sebagai Direktur Utama berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Selasa (14/4/2026). Syahmudrian menggantikan Winarto yang satu hari sebelumnya mengundurkan diri.
Syahmudrian menekankan, PJAA sejatinya bergerak di industri yang mendatangkan kebahagiaan bagi masyarakat. Sehingga perlu ada penyesuaian kembali dalam memastikan aksi korporasi demi memaksimalkan pelayanan, termasuk infrastruktur.
"Ancol harus betul-betul memilih apakah hanya sekadar bertahan di kondisinya saat ini, atau move ke another step of transformation. Ini harus dilakukan oleh Ancol karena memang yang namanya itu physically behavior seluruh dunia sudah berubah. Mereka (masyarakat) tidak lagi mencari destinasi wisata, tapi yang mereka cari adalah experience, connection, dan value," kata Lubis dalam jumpa pers di Ancol.
(kunthi fahmar sandy)