AALI
8900
ABBA
230
ABDA
7075
ABMM
845
ACES
1415
ACST
252
ACST-R
0
ADES
1915
ADHI
1005
ADMF
8250
ADMG
163
ADRO
1315
AGAR
422
AGII
1125
AGRO
1135
AGRO-R
0
AGRS
470
AHAP
68
AIMS
380
AIMS-W
0
AISA
238
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
595
AKRA
3200
AKSI
535
ALDO
930
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
382
Market Watch
Last updated : 2021/06/11 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
482.65
-0.44%
-2.14
IHSG
6095.50
-0.2%
-12.04
LQ45
901.64
-0.42%
-3.77
HSI
28842.13
0.36%
+103.25
N225
28948.73
-0.03%
-9.83
NYSE
0.00
-100%
-16620.00
Kurs
HKD/IDR 1,826
USD/IDR 14,188
Emas
866,552 / gram

Renewable Energy Bakal Jadi Primadona Bagi Energi Primer Dunia

ECONOMICS
Shelma Rachmahyanti/Sindo
Sabtu, 08 Mei 2021 15:48 WIB
Distribusi energi primer dunia hingga tahun 2050 mendatang menunjukkan kecenderungan ke arah renewable energy atau energi terbarukan.
MPI

IDXChannel – Distribusi energi primer dunia hingga tahun 2050 mendatang menunjukkan kecenderungan ke arah renewable energy atau energi terbarukan. Dan pada saat ini energi paling banyak digunakan bersumber dari energi fosil.

“Di 2020 dan ke depan itu tenaga angin semakin besar digunakan. Untuk di Indonesia wind itu yang sudah beroperasi kemarin di Sidrap dan di Sulawesi Selatan. Kemudian, solar thermal dan solar pv juga sudah semakin besar peranannya nanti ke depan,” ujar Muhammad Ali, Komisaris Pertamina EP, dalam webinar Hari Bumi & Ulang Tahun IGI Ke-54, Sabtu (8/5/2021).

Di sisi lain, Ali menuturkan, jika dilihat kebutuhan minyak berdasarkan sektor, industri minyak masih relevan hingga tahun 2050. Dengan didominasi di sektor transportasi.

“Transportasi masih menggunakan minyak dan gas tentunya. Selain itu, sektor lain yang masih memerlukan migas adalah energi, manufaktur, dan gedung. Walaupun peranannya semakin ke sini akan tergantikan dengan energi-energi yang lain,” tuturnya.

Sementara itu, kebutuhan gas berdasarkan sektor, industri migas masih relevan sampai tahun 2050 dengan didominasi sektor kelistrikan dan energi.

“Kita tahu bahwa listrik hari ini masih banyak memakai tenaga batu bara. Akan tetapi, di tahun 2023 atau 2025 kita sudah harus secara pasti meninggalkan itu dan menggantikan dengan energi yang ramah lingkungan,” pungkas Ali.

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD