AALI
9725
ABBA
190
ABDA
0
ABMM
2390
ACES
800
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7700
ADHI
805
ADMF
8100
ADMG
176
ADRO
2960
AGAR
324
AGII
2100
AGRO
770
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
56
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1535
AKRA
1070
AKSI
290
ALDO
860
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
214
Market Watch
Last updated : 2022/06/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.46
-0.84%
-4.57
IHSG
7016.06
-0.38%
-26.88
LQ45
1010.74
-0.81%
-8.25
HSI
22229.52
2.35%
+510.46
N225
26871.27
1.43%
+379.30
NYSE
14811.55
2.84%
+409.43
Kurs
HKD/IDR 1,884
USD/IDR 14,800
Emas
873,287 / gram

Resmikan PLTGU Riau 275 MW, Menteri ESDM: Lebih Murah dan Bersih

ECONOMICS
Athika Rahma
Kamis, 12 Mei 2022 15:56 WIB
Menteri ESDM Arifin Tasrif hari ini meresmikan PLTGU Riau berkapasitas 275 MW. Pembangkit ini lebih murah dan lebih bersih.
Resmikan PLTGU Riau 275 MW, Menteri ESDM: Lebih Murah dan Bersih (FOTO: Dok MNC Media)
Resmikan PLTGU Riau 275 MW, Menteri ESDM: Lebih Murah dan Bersih (FOTO: Dok MNC Media)

IDXChannel - Menteri ESDM Arifin Tasrif hari ini meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Riau berkapasitas 275 megawatt (MW) yang berlokasi di Kawasan Industri Tenayan, Pekanbaru, Riau pada Kamis (12/5).

Menurut Arifin, pengoperasian pembangkit akan memperkuat keandalan pasokan listrik di sistem Sumatera, khususnya sub-sistem Riau, sekaligus mendorong biaya pokok penyediaan (BPP) listrik lebih murah dan lebih bersih.

"Harga jual tenaga listrik PLTGU Riau ini adalah USD6,49 sen per kWh atau lebih rendah dari BPP setempat," ujar Arifin dalam keterangan resmi, Kamis (12/5/2022).

Menurut Arifin, Indonesia masih memiliki potensi gas yang cukup banyak sekaligus menjadi komoditi energi yang penting, terutama dalam mendukung proses transisi energi.

"Emisi yang dikeluarkan dari sumber energi fosil, antara lain batubara, emisi buangnya itu dua kali lipat dibandingkan dengan gas," jelas Menteri ESDM.

Dengan beroperasinya PLTGU Riau, daya mampu sistem kelistrikan Sumatera akan meningkat menjadi 7.266 MW dengan beban puncak mencapai 6.823 MW, sehingga cadangan sistem kelistrikan Sumatera menjadi 443 MW.

PLTGU Riau sendiri dikembangkan oleh PT Medco Racth Power Riau, anak usaha patungan antara PT Medco Power Indonesia bersama RATCH Group Public Company Limited.

"Harus diupayakan, harus bisa menciptakan demand-demand baru agar kita bisa memenuhi kapasitas nasional seoptimum mungkin. Sehingga utilisasinya bisa maksimum," terang Menteri Arifin

Selanjutnya, Menteri ESDM juga menekankan pentingnya harga energi yang terjangkau, selain untuk kepentingan masyarakat, juga untuk kepentingan industri.

"Dengan harga energi listrik yang kompetitif akan memberikan dorongan invetasi masuk ke dalam negeri, ini yang penting. Untuk itu, jangan lupakan untuk selalu meningkatkan efisiensi dalam pengoperasian pembangkit " sambung Menteri ESDM.

Ke depan Riau bisa menjadi sentra pengembangangan PLTGU dengan melihat sumber daya energi yang ada di sana.

Kapasitas listrik yang dihasilkan oleh PLTGU Riau ini dapat melistriki sekitar 360 ribu pelanggan Rumah Tangga dengan daya 900 VA. Tak hanya perkuat pasokan listrik, pembangunan PLTGU ini juga disebut lebih ramah lingkungan karena menghasilkan emisi yang lebih kecil.

Adapun, PLTGU Riau masuk dalam Proyek Strategis Nasional. Dengan investasi sekitar US$ 290 juta, Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di proyek ini mencapai 34% serta mampu membuka lapangan kerja bagi sekitar 2.072 tenaga kerja Indonesia dan 47 warga negara asing. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD