Purbaya mengakui bahwa sebelumnya ia memilih untuk fokus membenahi ekonomi domestik hingga mencapai target pertumbuhan tertentu.
Namun, melihat sentimen pasar global yang merespons negatif meski kinerja ekonomi dalam negeri cukup solid, ia memutuskan untuk terjun langsung ke panggung internasional.
"April saya akan keluar negeri untuk memastikan bahwa Menteri Keuangan kita mengertilah apa yang dikerjakan,"ujarnya.
Langkah ini diambil untuk menangkis penilaian Fitch yang menyoroti adanya ketidakpastian kebijakan dan potensi pelonggaran fiskal yang terlalu agresif demi mengejar ambisi pertumbuhan ekonomi tinggi di era pemerintahan baru.
Di hadapan awak media, Menkeu menekankan bahwa Indonesia sebenarnya memiliki rekam jejak yang luar biasa dalam mengendalikan gejolak ekonomi sepanjang 2025 tanpa melanggar batas aman fiskal. Ia pun optimistis pertumbuhan ekonomi ke depan akan lebih akseleratif.