IDXChannel - Badan Pangan Nasional (Bapanas) tengah mengupayakan penguatan distribusi minyak goreng rakyat atau MinyaKita dengan meningkatkan peran BUMN Pangan.
Langkah ini diambil guna memastikan stabilitas harga di pasar tetap terjaga dan memperkecil ruang bagi spekulasi harga.
Deputi 1 Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, mengatakan pihaknya mendorong agar porsi penyaluran MinyaKita melalui BUMN ditingkatkan menjadi minimal 60 persen.
"Nah tentu dengan 60 persen maka pengendalian harganya akan berlangsung lebih murah. Itu yang kita cari dan kita dorong ke depan," ujar Ketut dalam media briefing di Auditorium BAKOM di Jakarta, Senin (20/4/2026).
Ketut menjelaskan rencana ini telah melalui proses diskusi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk para pelaku usaha dan kementerian terkait. Hasilnya, para pemangku kepentingan secara resmi telah menyatakan kesepakatannya terhadap usulan tersebut.
"Sudah beberapa kali kami lakukan kolaborasi dengan teman-teman baik dari UMI, kelas usaha, gabungan, dan Kementerian Lembaga (K/L) terkait sebagai pemasukan yang baik, secara resmi, mereka sepakat untuk melakukan 60 persen," kata dia.
Usulan ini juga telah disampaikan kepada Menteri Perdagangan dengan harapan BUMN Pangan, seperti Bulog dan ID FOOD, dapat menyalurkan pasokan secara langsung ke pasar-pasar tradisional dengan volume yang lebih besar.