sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

RI-AS Sepakati Tarif Dagang, Danantara Siap Borong 50 Pesawat Boeing Senilai Rp227 Triliun

Economics editor Anggie Ariesta
20/02/2026 13:45 WIB
Danantara Indonesia berencana melakukan pengadaan 50 unit pesawat komersial dari Amerika Serikat (AS) dengan nilai investasi fantastis USD13,5 miliar.
RI-AS Sepakati Tarif Dagang, Danantara Siap Borong 50 Pesawat Boeing Senilai Rp227 Triliun. (Foto Istimewa)
RI-AS Sepakati Tarif Dagang, Danantara Siap Borong 50 Pesawat Boeing Senilai Rp227 Triliun. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Danantara Indonesia berencana melakukan pengadaan 50 unit pesawat komersial dari Amerika Serikat (AS) dengan nilai investasi fantastis mencapai USD13,5 miliar atau setara Rp227,91 triliun.

Langkah besar ini merupakan implementasi langsung dari kesepakatan Agreement on Reciprocal Tariff (ART) yang baru saja ditandatangani oleh Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump.

Rencana akuisisi ini menjadi salah satu pilar utama dalam dokumen strategis Implementation of the Agreement toward New Golden Age US-Indonesia Alliance yang diteken pada Jumat (20/2/2026).

CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengonfirmasi rencana tersebut kini berada di bawah koordinasi instansinya. Fokus utama dari pengadaan dirgantara ini diarahkan pada pabrikan pesawat asal AS, Boeing.

“Ini memang menyangkut di Kementerian Investasi maupun di Danantara karena ada beberapa kesempatan di antaranya ada lock-up, pelancaran pembelian 50 pesawat Boeing yang nantinya kita akan bicarakan dengan Boeing,” ujarnya dalam konferensi pers virtual, Jumat (20/2/2026).

Komitmen pengadaan pesawat ini juga telah dikonfirmasi oleh pihak Gedung Putih melalui dokumen resmi Fact Sheet: Trump Administration Finalizes Trade Deal With Indonesia. 

Dalam dokumen tersebut, total nilai kesepakatan komersial antara kedua negara mencapai USD33 miliar yang mencakup sektor pertanian, energi, dan dirgantara.

Alokasi sebesar USD13,5 miliar secara khusus diperuntukkan bagi pengadaan armada pesawat komersial serta layanan barang dan jasa penerbangan terkait. Nilai transaksi ini tercatat sebagai salah satu komitmen investasi bilateral terbesar dalam sejarah hubungan ekonomi Indonesia dan AS.

Akuisisi 50 unit pesawat ini diharapkan dapat memperkuat konektivitas udara di Indonesia serta mendukung ekspansi maskapai nasional di pasar internasional. Dengan keterlibatan Danantara sebagai pengelola investasi berdaulat, skema pembiayaan pengadaan pesawat ini diharapkan menjadi lebih efisien dan kompetitif.

Selain penguatan armada, kerja sama ini juga membuka peluang transfer teknologi dan peningkatan standar perawatan pesawat (Maintenance, Repair, and Overhaul) di dalam negeri, sejalan dengan visi transformasi industri dirgantara yang lebih mandiri.

(Dhera Arizona)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement