Pada kesempatan yang sama, Menteri Federal untuk Kerja sama Ekonomi dan Pembangunan Jerman Reem Alabali Radovan menegaskan komitmen negaranya untuk terus memperluas kolaborasi dengan Indonesia, baik di bidang ekonomi maupun pembangunan berkelanjutan.
Menurut Reem, dunia usaha Jerman memiliki peluang besar untuk mengambil peran lebih aktif dalam agenda pembangunan hijau di Indonesia, khususnya di sektor energi bersih.
“Saya ingin memperkuat kerja sama kita di sektor ekonomi dan juga pembangunan. Kami telah membahas bagaimana memperkuat peran pelaku usaha Jerman dalam pembangunan berkelanjutan di Indonesia, khususnya di bidang energi terbarukan,” ujar Reem.
Airlangga menuturkan, hubungan ekonomi antara Indonesia dan Jerman juga akan diperkokoh melalui berbagai peluang kerja sama. Sektor pendidikan vokasi turut mendapatkan sorotan khusus. Keunggulan Jerman dalam sistem pendidikan dan pelatihan vokasi dinilai menjadi modal penting yang selaras dengan kebutuhan pembangunan sumber daya manusia di kedua negara.
Kedua pihak juga mendiskusikan perkembangan perundingan perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif Indonesia-Uni Eropa (Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement/IEU-CEPA) yang ditargetkan rampung dan ditandatangani pada tahun ini.