Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Nasrullah mengungkapkan, produksi telur (ras, kampung dan itik) selama kurun waktu 2017-2022 rata-rata tumbuh 4% per tahun. Berdasarkan prognosa kebutuhan telur nasional 2023, produksi telur ayam ras diperkirakan mencapai 6,12 juta ton, sementara kebutuhan konsumsinya sebesar 5,88 juta ton.
“Dengan demikian, secara total neraca telur ayam ras nasional 2023, apabila ditambah dengan stok 2022 sebesar 43.907 ton, maka diperkirakan mengalami surplus sebesar 279.492 ton,” tegas Nasrullah.
Masih dalam kesempatan yang sama, Presiden Komisaris PT CPI T Hadi Gunawan mengungkapkan, ekspor ini berjalan melalui proses audit dan penilaian yang dilakukan oleh Singapura Food Agency (SFA), hingga pada 5 April 2023 SFA menyetujui Indonesia untuk melakukan ekspor telur konsumsi ke Singapura.
"Sejak 2017 hingga saat ini, ekspor PT CPI telah berhasil menembus lima negara dengan mengirimkan sebanyak 998 kontainer senilai Rp163 miliar dan dengan pengiriman ekspor hari ini ada dua kontainer, sehingga genap menjadi 1.000 kontainer," pungkasnya.
(YNA)