AALI
12925
ABBA
197
ABDA
0
ABMM
3280
ACES
1010
ACST
163
ACST-R
0
ADES
4830
ADHI
670
ADMF
8050
ADMG
187
ADRO
3310
AGAR
354
AGII
1975
AGRO
960
AGRO-R
0
AGRS
127
AHAP
61
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
160
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1025
AKSI
232
ALDO
925
ALKA
298
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/20 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
542.40
0.61%
+3.27
IHSG
6918.14
1.39%
+94.81
LQ45
1015.18
0.69%
+6.97
HSI
20717.24
2.97%
+596.56
N225
26739.03
1.27%
+336.19
NYSE
0.00
-100%
-15044.52
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,664
Emas
870,562 / gram

Rotan Langka Bak Ditelan Bumi, Perajin Kesulitan Penuhi Pesanan

ECONOMICS
Advenia Elisabeth/MPI
Senin, 24 Januari 2022 15:56 WIB
Para perajin mebel saat ini kebingungan mendapatkan pasokan bahan baku rotan. Di saat perajin banyak permintaan, namun rotan sangat sulit didapat.
Rotan Langka Bak Ditelan Bumi, Perajin Kesulitan Penuhi Pesanan (FOTO: MNC Media)
Rotan Langka Bak Ditelan Bumi, Perajin Kesulitan Penuhi Pesanan (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Para perajin mebel saat ini kebingungan mendapatkan pasokan bahan baku rotan. Di saat perajin banyak permintaan, namun rotan sangat sulit didapat bak hilang ditelan bumi.

Hal ini seperti diungkapkan Sekretaris Jenderal Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Abdul Sobur. Ia mengungkapkan, suplai bahan baku menjadi persoalan krusial yang dihadapi para perajin lokal saat ini. Hal itu disebut-sebut menjadi biang penghambat kinerja ekspor ke pasar global. 

"Kita sebenarnya banyak permintaan, tapi para perajin mengalami kendala dalam produksi. Kendala tersebut ada pada suplai bahan baku, ini masih menjadi masalah krusial, khususnya rotan," ungkap Abdul dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Komisi VI DPR RI, Senin (24/1/2022).

Dia menuturkan, ketersediaan rotan di dalam negeri sudah minim. Bahkan seperti hilang ditelan bumi. Sementara kayu, meskipun ketersediaannya sedang goyang, masih bisa di backup oleh hutan rakyat.

"Rotan seperti hilang di permukaan. Dari data kami, walaupun permintaan pasar tinggi tapi bahan bakunya sulit. Sementara kayu, tahun ini sudah mulai guncang tapi masih bisa di dukung dengan hutan rakyat," terangnya. 

Maka dari itu, Abdul mengharapkan kerja sama dengan pihak-pihak terkait untuk membantu mensuplai bahan baku khususnya rotan agar para perajin mampu produksi kerajinan maupun mebel demi memenuhi permintaan pasar.

"Kalau industri kita mau tumbuh kuat, dan menjadi eksportir terkuat di kawasan ASEAN, maka yang pertama adalah suplai bahan baku yang harus diamankan," tutupnya. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD