IDXChannel - Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) meminta perlakuan tarif khusus sampai 0 persen untuk ekspor produk ke Amerika Serikat (AS), seperti 10 komoditas lain yang diganjar pengecualian pembebasan tarif.
Potensi ekspor seperti furnitur ke AS tidak bisa diabaikan karena Negeri Paman Sam menjadi salah satu negara favorit ekspor hasil kerajinan dalam negeri.
"HIMKI berharap pemerintah Indonesia terus melakukan diplomasi perdagangan agar posisi tarif Indonesia dapat semakin kompetitif, bahkan tarif sektoral berpotensi menjado nol persen. Sehingga Indonesia dapat menjadi basis produksi furnitur global yang lebih kuat," kata Ketua HIMKI Abdul Sobur kepada IDX Channel, Minggu (22/2/2026).
Merujuk data HIMKI, ekspor produk mebel dan kerajinan Indonesia sebagian besar ditujukan ke AS dan Uni Eropa. Pada 2024, total ekspor dua sektor itu mencapai USD2,6 miliar dengan rincian USD1,93 miliar untuk ekspor mebel dan USD673,34 juta untuk ekspor kerajinan.
Dari total ekspor mebel, 54 persen ditujukan ke AS. Adapun dari sektor kerajinan 41,5 persen ditujukan juga ke negara tersebut.