AALI
8750
ABBA
226
ABDA
6025
ABMM
4470
ACES
650
ACST
193
ACST-R
0
ADES
7150
ADHI
760
ADMF
8500
ADMG
167
ADRO
3910
AGAR
296
AGII
2400
AGRO
620
AGRO-R
0
AGRS
100
AHAP
104
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
143
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1700
AKRA
1375
AKSI
328
ALDO
680
ALKA
286
ALMI
396
ALTO
178
Market Watch
Last updated : 2022/09/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
537.62
-0.34%
-1.81
IHSG
7112.45
-0.21%
-15.05
LQ45
1015.98
-0.41%
-4.21
HSI
17860.31
0.03%
+5.17
N225
26571.87
0.53%
+140.32
NYSE
0.00
-100%
-13797.00
Kurs
HKD/IDR 1,925
USD/IDR 15,125
Emas
794,741 / gram

Rumah Bekas Lokasi Syuting Film KKN di Desa Penari Dijual Rp60 Juta

ECONOMICS
Erfan Erlin
Rabu, 18 Mei 2022 11:16 WIB
Rumah bekas lokasi syuting KKN di Desa Penari bakal dijual oleh pemiliknya senilai Rp60 juta.
Rumah Bekas Lokasi Syuting Film KKN di Desa Penari Dijual Rp60 Juta (Dok.Ist)
Rumah Bekas Lokasi Syuting Film KKN di Desa Penari Dijual Rp60 Juta (Dok.Ist)

IDXChannel - Usai syuting film KKN di Desa Penari, pemilik enggan untuk menempati rumah tersebut dan berencana menjualnya. Mereka mengaku ku takut untuk tinggal di rumah yang konon bertambah seram usai syuting film ini.

"Mbah Ngadiyo itu juga meninggal usai syuting film tersebut. Tetapi bukan karena syuting, beliau sudah sakit cukup lama,"tambahnya.

Kini rumah tersebut dibiarkan kosong oleh pemiliknya karena istri Mbah Ngadiyo enggan tinggal di rumah tersebut dan memilih bersama dengan anaknya. Di samping itu anak-anaknya beserta cucu Mbah Ngadiyo juga enggan tinggal di rumah tersebut karena mengaku takut.

Karena menjadi sentra syuting film KKN di Desa Penari maka pemilik rumah memasang tarif cukup tinggi untuk pelaksanaannya. 

"Dari uang sewa tersebut pemilik rumah ternyata mampu membeli sebidang tanah di tempat lain,"tambahnya.

Dukuh Ngluweng, Istri Rahayu juga memiliki pengalaman mistis di rumah tersebut. Istri mengakui rumah Ngadiyo memang angker. Suatu ketika dirinya mendatangi rumah Ngadiyo untuk mengantar zakar mal dari seseorang.

Ketika sampai di rumah Ngadiyo, ia mengucap salam. Dan dari dalam rumah terdengar jawaban salam juga. Namun setelah 10 menit menunggu ternyata tidak ada seorangpun yang keluar. Iapun lantas bergeser ke rumah tetangganya yang lain dan berpapasan dengan cucu dari Ngadiyo.

"Saya tanya, mbah Ngadiyo dan istrinya ke mana? Si cucunya tadi jawab baru terapi. Saya terus lari pulang. Lha terus siapa yang jawab salam dari dalam rumah tadi, hii bikin merinding,"ceritanya.

Namun karena kini kosong dan terlihat menyeramkan maka keluarga memutuskan untuk menjual rumah tersebut. Kendati ditawarkan, namun sampai saat ini belum ada yang bersedia menjualnya.

"Ini kalau ada yang mau beli. Dua rumah limasan ukuran 8x12 dijual Rp60 juta. Rumah bekas syuting film KKN di Desa Penari," ungkapnya.

Diinformasikan sebelumnya, lokasi syuting film tersebut di Dusun Ngluweng Kalurahan Ngleri Kapanewon Playen Gunungkidul. 
Empat rumah dijadikan lokasi syuting film horor KKN Di Desa Penari yang kini tengah naik daun tersebut. Sebelum dijadikan sebagai lokasi syuting, 4 rumah tersebut telah diseleksi oleh kru film.

Subardo (51) salah satu pemeran hantu dan juga bertugas menjadi linmas selama syuting berlangsung menceritakan sebenarnya ada 6 rumah yang ia tawarkan untuk lokasi syuting. Namun pihak produser film hanya memperkenankan 4 lokasi yang digunakan.

"Salah satunya adalah rumah milik Ngadiyo, rumah yang dijadikan rumah utama pelaksanaan syuting film tersebut,"papar dia.

Rumah Ngadiyo lokasinya memang berada di pinggiran cukup terpencil. Rumah tersebut dipilih menjadi pusat atau rumah utama syuting film KKN di desa penari beberapa waktu yang lalu karena letaknya yang cukup terpencil.

Rumah tersebut sebagian berdinding bambu dan kayu ini berada di bawah rimbunan pohon bambu dan juga memiliki aura mistis cukup tinggi. Bahkan warga sekitar pun menganggapnya rumah tersebut rumah angker sehingga wajar jika digunakan untuk lokasi film horor. 

"Di lokasi ini beberapa adegan film diambil dengan memanfaatkan berbagai sudut rumah tersebut," terangnya.

Beberapa adegan yang diambil di rumah tersebut diantaranya adalah ketika Bima dan Ayu meregang nyawa di atas tempat pembaringan. Adegan lain yang menegangkan diambil di rumah tersebut adalah ketika Bayu melempar bungkusan kepala monyet yang berlumuran darah.

"Adegan tersebut diambil di sisi kiri rumah Ngadiyo,"ujarnya.

Kemudian adegan ketika salah seorang warga mengintip Widya dari luar dan yang nampak hanya ular. Di mana jalan ceritanya ada mengintip ada ular terus warga berbondong-bondong membawa kayu dan senjata ingin menangkapnya.

Selain itu ada juga adegan ketika para peserta KKN tersebut menikmati kopi di luar ruangan. Di mana bagian depan rumah ngadio disetting dengan menempatkan beberapa meja kursi untuk minum kopi tersebut.

"Di dalam itu ruangan-ruangan dirubah semua. Dicat dengan warna hitam, pokoknya seram,"paparnya.

Jika dari lokasi syuting rumah pertama dan kedua yang awalnya dijadikan posko KKN maka untuk menuju ke rumah Ngadiyo harus melewati jalan setapak yang ditumbuhi dengan rimbunan pohon. 

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD