sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Rupiah Melemah Tertekan Keluarnya Aliran Modal Asing hingga Kebutuhan Valas Tinggi

Economics editor Iqbal Dwi Purnama
21/01/2026 16:52 WIB
Gubernur BI mengungkapkan pelemahan nilai tukar tersebut dipengaruhi aliran keluar modal asing dan kebutuhan valas yang tinggi.
Rupiah Melemah Tertekan Keluarnya Aliran Modal Asing hingga Kebutuhan Valas Tinggi. (Foto: iNews Media Group)
Rupiah Melemah Tertekan Keluarnya Aliran Modal Asing hingga Kebutuhan Valas Tinggi. (Foto: iNews Media Group)

Perkembangan ini mengakibatkan peningkatan aliran modal ke emerging market (EM) tertahan dan mendorong penguatan indeks mata uang dolar AS terhadap mata uang negara maju (DXY).

"Seperti tadi kami sampaikan faktor-faktor global itu terkait tentu saja kondisi global, baik karena geopolitik, kemudian juga kebijakan tarif Amerika, tapi juga tingginya US Treasury yield baik 2 tahun sama 3 tahun, juga lebih rendahnya bahkan kemungkinan Fed Fund Rate turun yang lebih kecil," tambahnya.

Perry menjelaskan guna menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, Bank Indonesia menempuh intensitas langkah stabilisasi melalui intervensi di pasar NDF baik di off-shore maupun on-shore (DNDF) dan pasar spot. Respons kebijakan ini dapat menjaga volatilitas nilai tukar Rupiah dan tetap konsisten dengan upaya pencapaian sasaran inflasi 2,5±1 persen pada 2026.

Ia menjelaskan, ke depan Bank Indonesia berkomitmen untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah termasuk melalui intervensi terukur di transaksi NDF, DNDF, dan pasar spot, serta memperkuat strategi operasi moneter pro-market.

Perry mengatakan, nilai tukar Rupiah diprakirakan akan stabil dengan kecenderungan menguat didukung oleh imbal hasil yang menarik, inflasi yang rendah, dan tetap baiknya prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement