AALI
9425
ABBA
276
ABDA
0
ABMM
2440
ACES
740
ACST
190
ACST-R
0
ADES
6150
ADHI
790
ADMF
8175
ADMG
174
ADRO
3190
AGAR
314
AGII
2300
AGRO
830
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
95
AIMS
280
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1575
AKRA
1190
AKSI
274
ALDO
755
ALKA
288
ALMI
298
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/12 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
538.68
-0.69%
-3.72
IHSG
7129.28
-0.43%
-31.11
LQ45
1012.04
-0.62%
-6.29
HSI
20175.62
0.46%
+93.19
N225
28546.98
2.62%
+727.65
NYSE
15602.93
0.32%
+50.23
Kurs
HKD/IDR 205
USD/IDR 14,795
Emas
850,422 / gram

Sarinah Tinggalkan Banyak "Harta Karun" Peninggalan Soekarno

ECONOMICS
Yulistyo Pratomo
Sabtu, 06 Agustus 2022 07:03 WIB
Peresmian Gedung Sarinah pada 1966 menandakan sebagai pusat perbelanjaan pertama di Indonesia, hal tersebut juga dibuktikan dengan adanya peninggalan bersejarah
Sarinah Tinggalkan Banyak
Sarinah Tinggalkan Banyak "Harta Karun" Peninggalan Soekarno

IDXChannel - Peresmian Gedung Sarinah pada 1966 menandakan sebagai pusat perbelanjaan pertama di Indonesia, hal tersebut juga dibuktikan dengan adanya peninggalan bersejarah zaman presiden Soekarno. Sehingga tak hanya sebagai pusat belanja, bangunan tersebut menjadi salah satu cagar budaya juga.

"Sarinah merupakan pusat perbelanjaan berstatus cagar budaya dengan konsep urban forest yang mengutamakan outdoor space di jantung kota Jakarta," tulis Erick Thohir menteri BUMN dalam postingannya di akun Instagramnya ketika kunjungannya ke gedung tersebut pekan lalu memamerkan relief tersebut.

Belum lama, Gedung Sarinah Thamrin, Jakarta Pusat mengalami proses pemugaran. Berbagai sarana dan pembaruan gedung menjadikan Sarinah semakin menarik. Dalam proses pemugaran ditemukan bahwa gedung ini menyimpan 'harta karun' yang berusia setengah abad.

Terdapat relief yang awalnya berada di basement dan tertutup mesin pendingin gedung, kini diletakkan pada lokasi yang akan ramai dilalui pengunjung.

Relief ini menurut catatan beberapa ahli sejarah, dan seni rupa nasional, dibuat oleh kelompok seniman Yogyakarta pada masa konstruksi (1962-1966) yang menampilkan para penjaja dan pelapak yang melambangkan perjuangan rakyat kecil mencari nafkah.

Menurut catatan pencipta, pembuatan relief ini dilakukan oleh kelompok pematung serta pelukis dari Yogyakarta.

Direktur Utama PT Sarinah Fetty Kwartati menjelaskan Sarinah sebagai gedung dengan predikat cagar budaya juga memiliki sebuah karya seni rupa patung relief tersebut.

Dia menjelaskan, relief ini dibangun atas perintah presiden pertama Indonesia, Bung Karno. Pembuatannya dinilai sebagai simbol keberpihakan ekonomi pada rakyat. Ekonomi ini bertumpu pada hasil pertanian, perkebunan, perikanan dan kerajinan.

Karena peninggalan relief perlu proses restorasi, hingga kini tim ahli cagar budaya (TACB) masih mencari tahu siapa arsitek atau desainer dari patung tersebut. (TYO/RIDHO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD