IDXChannel - Bank Indonesia (BI) mewanti-wanti perkembangan isu tarif perdagangan Amerika Serikat (AS). Sebab, kewaspadaan akan tarif AS di era Presiden AS Donald Trump memengaruhi fundamental ekonomi Indonesia.
Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti menyoroti isu soal kebijakan Tarif Trump terhadap negara kawasan Eropa yang resistensi seiring intervensi Washington di Greenland. Destry mengaku masih ingat betul bagaimana dampak perang tarif AS-China bagi Indonesia.
"Dampaknya tentu pertama itu akan meningkatkan biaya dari cost of production di suatu negara, dan itu akan memengaruhi harga juga akan naik," ujarnya dalam acara diskusi di Jakarta, Kamis (22/1/2026).
Tensi geopolitik kawasan dinilai sebagai faktor eksternal yang dapat memengaruhi fundamental ekonomi nasional. Sehingga, secara moneter berujung pada stabilitas nilai tukar rupiah, yang pada pekan ini nyaris menyentuh Rp17 ribu per USD.