AALI
12325
ABBA
196
ABDA
0
ABMM
3060
ACES
995
ACST
161
ACST-R
0
ADES
4830
ADHI
655
ADMF
8075
ADMG
180
ADRO
3150
AGAR
330
AGII
2010
AGRO
935
AGRO-R
0
AGRS
126
AHAP
62
AIMS
232
AIMS-W
0
AISA
157
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
925
AKRA
1005
AKSI
224
ALDO
900
ALKA
302
ALMI
280
ALTO
208
Market Watch
Last updated : 2022/05/23 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
535.20
-1.33%
-7.19
IHSG
6840.78
-1.12%
-77.37
LQ45
1002.57
-1.24%
-12.61
HSI
20470.06
-1.19%
-247.18
N225
27001.52
0.98%
+262.49
NYSE
15080.98
0.3%
+45.11
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,169 / gram

Seiring Pemulihan Ekonomi, Belanja Iklan E-commerce Diprediksi Akan Tinggi

ECONOMICS
Oktiani Endarwati
Jum'at, 21 Januari 2022 13:10 WIB
Seiring dengan momentum pemulihan ekonomi nasional, Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) memprediksi belanja iklan e-commerce masih akan tinggi tahun ini.
Seiring Pemulihan Ekonomi, Belanja Iklan E-commerce Diprediksi Akan Tinggi. (Foto: MNC Media)
Seiring Pemulihan Ekonomi, Belanja Iklan E-commerce Diprediksi Akan Tinggi. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Seiring dengan momentum pemulihan ekonomi nasional, Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) memprediksi belanja iklan e-commerce masih akan tinggi tahun ini. Hal itu lebih baik dibandingkan setahun lalu.

Ketua Umum idEA, Bima Laga, mengatakan, belanja iklan e-commerce sangat dipengaruhi oleh perencanaan bisnis perusahaan dan perkembangan ekonomi nasional. Menurut dia, di tahun 2022 ini banyak perusahaan mulai melakukan ekspansi setelah sebelumnya di tahun 2021 masih menahan berbelanja iklan.

"Kami melihatnya di 2022 ini perusahaan sudah mulai bergerak karena di 2021 banyak yang masih menahan untuk berbelanja iklan melihat kepastian dari ekonomi dan kondisi kesehatan masyarakat," ujarnya dalam Market Review IDX Channel, Jumat (21/1/2022).

Dia melanjutkan, belanja iklan e-commerce menjadi investasi untuk meningkatkan trafik pembeli ke platform-platform e-commerce. Di samping itu, iklan juga ditujukan untuk mendongkrak share of voice perusahaan e-commerce.

"Memang saat ini sepertinya masih menjadi investasi untuk memasarkan produk. Iklan masih diperlukan untuk memaksimalkan pengenalan dari perusahaan dalam menggaet customer baru," ungkapnya.

Menurut dia, sasaran dari belanja iklan e-commerce adalah masyarakat yang sudah menggunakan internet namun belum pernah menggunakannya untuk berbelanja online. "Itu yang disasar karena dengan jumlahnya lebih banyak dan potensial untuk menjadikan customer loyal, itu menjadi lebih merata bagaimana bisa mengkaitkan konsumen itu," tuturnya.

Sebelumnya, perusahaan riset data dan analitik Nielsen melaporkan total belanja iklan disepanjang tahun 2021 mencapai Rp259 triliun atau naik 13% dibandingkan tahun 2020. Realisasi belanja iklan tersebut dihitung berdasarkan angka Gross Rate card di sejumlah media seperti televisi, cetak, radio dan digital.

Aktivitas belanja iklan e-commerce diperkirakan masih melaju tinggi pada tahun ini dengan memanfaatkan momentum dari pemulihan ekonomi nasional, perusahaan e-commerce yang fokus pada konsumen dinilai akan melanjutkan tren kenaikan seperti tahun 2021. Sedangkan, perusahaan e-commerce yang fokus pada produsen, justru dinilai akan menahan aktivitas belanja iklan. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD