Untuk pertama kalinya, ekspektasi bisnis untuk 12 bulan ke depan turun ke wilayah negatif, dengan perusahaan menyebut ketidakpastian akibat perang sebagai alasan utama pesimisme, meskipun tingkatnya masih ringan.
Ekonom senior di S&P Global Market Intelligence, David Owen, memberi catatan bahwa angka 48,0 masih berkaitan dengan pertumbuhan PDB tahunan sekitar 4,3 persen. Data terbaru juga menunjukkan sektor domestik non-migas berada pada jalur pertumbuhan yang kuat secara mendasar.
Namun, tekanan biaya tetap menjadi kekhawatiran serius. Harga input melonjak pada laju tercepat dalam satu setengah tahun terakhir, karena perusahaan menyebut adanya kenaikan biaya bahan bakar dan komoditas lain terkait perang, yang diperparah oleh menguatnya dolar AS.
Sebagai respons, perusahaan menaikkan harga jual mereka pada laju tercepat dalam 10 bulan terakhir, meskipun kenaikan tersebut secara keseluruhan masih tergolong moderat.
(NIA DEVIYANA)