sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Sekutu di Eropa Bersiap Hadapi Masa Penuh Tantangan Jelang Pilpres AS

Economics editor Dian Kusumo Hapsari
03/11/2024 08:00 WIB
Sekutu-sekutu Amerika di Eropa bersiap-siap menghadapi Amerika yang tidak terlalu tertarik pada mereka jelang pemilihan presiden AS. 
Sekutu di Eropa Bersiap Hadapi Masa Penuh Tantangan Jelang Pilpres AS. (Foto: MNC Media)
Sekutu di Eropa Bersiap Hadapi Masa Penuh Tantangan Jelang Pilpres AS. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Sekutu-sekutu Amerika di Eropa bersiap-siap menghadapi Amerika yang tidak terlalu tertarik pada mereka jelang pemilihan presiden AS. 

Siapa pun yang memenangkan pemilihan presiden, serta kombinasi trauma lama dan masalah baru jika Donald Trump yang kembali ke Gedung Putih.

Pemilu presiden Amerika Serikat terjadi lebih dari dua setengah tahun setelah invasi skala penuh Rusia ke Ukraina. Amerika telah memberikan kontribusi terbesar bagi pertahanan Ukraina. Namun, kini muncul sejumlah pertanyaan: apakah hal ini akan terus berlanjut di bawah kepemimpinan Trump, dan seberapa besar komitmennya terhadap sekutu-sekutu Pakta Pertahanan Atlantik Utara (North Atlantic Treaty Organization/NATO) secara umum.

Rachel Tausendfreund di Dewan Hubungan Luar Negeri Jerman mengatakan bahwa jika Wakil Presiden Kamala Harris memenangi pemilihan presiden, di satu sisi berarti kelanjutan kebijakan Biden.

"Ia (Kamala) telah menegaskan dalam semua pernyataannya bahwa ia menilai – secara strategis dan secara moral – merupakan hal yang penting bagi AS untuk terus mendukung upaya Ukraina. Meskipun demikian, kita melihat tentangan dari Partai Republik dan mulai meningkatnya kelelahan publik AS terhadap perang," kata Tausendfreund.

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement