sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Sekutu di Eropa Bersiap Hadapi Masa Penuh Tantangan Jelang Pilpres AS

Economics editor Dian Kusumo Hapsari
03/11/2024 08:00 WIB
Sekutu-sekutu Amerika di Eropa bersiap-siap menghadapi Amerika yang tidak terlalu tertarik pada mereka jelang pemilihan presiden AS. 
Sekutu di Eropa Bersiap Hadapi Masa Penuh Tantangan Jelang Pilpres AS. (Foto: MNC Media)
Sekutu di Eropa Bersiap Hadapi Masa Penuh Tantangan Jelang Pilpres AS. (Foto: MNC Media)

"Jadi kalau pun Kamala menang, ada sebagian hal yang tampaknya akan lebih sulit dalam satu atau satu setengah tahun ke depan.”

Belanja pertahanan Eropa yang lamban membuat kesal pemerintahan AS dari kedua partai selama bertahun-tahun, meskipun anggota NATO, termasuk Jerman, meningkatkan anggaran pertahanan mereka setelah Rusia berupaya menginvasi Ukraina pada 2022.

NATO memperkirakan 23 dari 32 negara sekutu akan memenuhi targetnya untuk mengalokasikan 2 persen atau lebih dari produk domestik bruto mereka untuk pertahanan tahun ini. Satu dekade yang lalu, hanya tiga negara yang mencapai target itu.

Selama masa jabatannya pada 2017-2021, Trump mengancam akan meninggalkan negara-negara yang menunggak jika tidak membayar tagihan mereka. Dalam kampanye kali ini, dia menyarankan agar Rusia melakukan apa yang diinginkannya terhadap mereka. Gertakan Trump itu telah merusak kepercayaan dan mengkhawatirkan negara-negara yang terletak paling dekat dengan Rusia, yang semakin tidak dapat diprediksi, seperti Estonia, Latvia, Lithuania, dan Polandia.

Negara-negara Eropa melihat perang di Ukraina sebagai tantangan eksistensial, yang pada akhirnya mungkin tidak akan dihadapi oleh Amerika, apalagi dengan adanya tanda-tanda kelelahan perang di Eropa sendiri.

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement