AALI
12000
ABBA
184
ABDA
6250
ABMM
3050
ACES
980
ACST
157
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
685
ADMF
8075
ADMG
179
ADRO
3100
AGAR
330
AGII
1970
AGRO
910
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
62
AIMS
242
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1020
AKSI
350
ALDO
905
ALKA
294
ALMI
288
ALTO
206
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
-0.73%
-3.98
IHSG
6883.50
-0.44%
-30.64
LQ45
1009.51
-0.63%
-6.42
HSI
20171.27
0.29%
+59.17
N225
26677.80
-0.26%
-70.34
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,471 / gram

Setelah Tommy Soeharto, Satgas BLBI Mau Sita Aset Mba Tutut

ECONOMICS
Rina Anggraeni
Jum'at, 12 November 2021 16:00 WIB
Satgas BLBI sedang memproses sita aset yang dimiliki Siti Hardijanti Rukmana atau yang  akrab disapa mbak Tutut.
Setelah Tommy Soeharto, Satgas BLBI Mau Sita Aset Mba Tutut (FOTO: MNC Media)
Setelah Tommy Soeharto, Satgas BLBI Mau Sita Aset Mba Tutut (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Satgas Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuditas Bank Indonesia (BLBI) sedang memproses sita aset yang dimiliki Siti Hardijanti Rukmana atau yang  akrab disapa mbak Tutut .

Dalam daftar Satgas BLBI  terungkap dari dokumen penanganan hak tagih negara dana BLBI tertanggal 15 April 2021 harus disita

Direktur Hukum dan Humas Ditjen Kekayanan Negara (DJKN), Tri Wahyuningsih Retno Mulyani mengatakan akan memberikan informasi langsung.

"Pada saatnya nanti Ketua Satgas pasti akan update kepada media (mengenai) apa-apa yang sudah dilaksanakan oleh Satgas," katanya dalam bincang virtual, Jumat (12/11/2021).

Kata dia,  asetnya mulai disita oleh negara adalah milik Tommy Soeharto, lalu Nirwan Dermawan Bakrie dan Indra Usmansyah Bakrie, serta sejumlah pengutang lainnya.

"Jadi untuk Satgas BLBI ini kan kita dibagi per-Pokja, terus kemudian kita juga ada pelaksana lain, ada khusus tanah dan sebagainya. Jadi kita bergerak secara bersama-sama untuk melihat berkas, untuk melihat permasalahan, untuk ke lapangan juga, untuk mengeksekusi dan memproses," lanjutnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Subdirektorat Piutang Negara II Sumarsono mengatakan targetnya untuk menyita aset dari kreditur dan debitur BLBI harus cepat selesai.

"Kapan target? Kami inginnya kalau bisa sekali pukul selesai, tapi berkas kami beraneka ragam karakteristik bentuk dan debiturnya sehingga pimpinan saat ini menargetkan setiap tahun harus bisa selesiakan 20 persen," tandasnya.  (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD