AALI
11950
ABBA
189
ABDA
6250
ABMM
3230
ACES
1015
ACST
165
ACST-R
0
ADES
4800
ADHI
680
ADMF
8075
ADMG
167
ADRO
3190
AGAR
332
AGII
1925
AGRO
935
AGRO-R
0
AGRS
116
AHAP
61
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
159
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1020
AKSI
234
ALDO
920
ALKA
298
ALMI
272
ALTO
199
Market Watch
Last updated : 2022/05/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
543.10
1.19%
+6.37
IHSG
6793.41
2.24%
+148.95
LQ45
1016.00
1.18%
+11.88
HSI
20644.28
0.2%
+41.76
N225
26911.20
0.94%
+251.45
NYSE
0.00
-100%
-15259.82
Kurs
HKD/IDR 1,869
USD/IDR 14,690
Emas
859,367 / gram

Siap-siap Bunda! Minyak Goreng Satu Harga di Sumsel Bakal Ditetapkan Hari Ini

ECONOMICS
Dede Febriansyah
Rabu, 26 Januari 2022 10:56 WIB
Pemerintah menetapkan harga minyak goreng di pasar tradisional Rp14.000 perliter mulai hari ini
Siap-siap Bunda! Minyak Goreng Satu Harga di Sumsel Bakal Ditetapkan Hari Ini (FOTO:MNC Media)
Siap-siap Bunda! Minyak Goreng Satu Harga di Sumsel Bakal Ditetapkan Hari Ini (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mengingatkan distributor minyak goreng agar memasok barang ke pedagang pasar tradisional dengan satu harga yakni Rp14.000 perliter. 

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel, Ahmad Rizali mengatakan, pemerintah menetapkan harga minyak goreng di pasar tradisional Rp14.000 perliter mulai hari ini, Rabu (26/1/2022) pukul 00.01 WIB. Sedangkan ketentuan serupa berlaku di toko ritel modern pada 19 Januari 2022. 

"Setelah masa penyesuaian selama satu minggu, mulai hari ini harga minyak goreng di pasar tradisional Rp14.000 perliter. Jadi yang kita tekankan di sini itu distributornya, karena pedagang pada prinsipnya mengikuti saja," ujar Rizali, Rabu (26/1/2022). 

Dijelaskan Rizali, Sumsel mendapatkan kuota sebanyak 45-60 juta liter minyak goreng atau 8 juta liter setiap bulannya selama enam bulan kedepan. Sejak kebijakan tersebut dijalankan, masyarakat Sumsel sudah bisa membeli minyak goreng dengan harga Rp14.000 perliter di pasaran. 

"Jadi, tidak perlu panic buying, karena apa yang terjadi ini diperkirakan baru dua minggu ke depan akan stabil," kata Rizali. 

Meskipun begitu, hingga kini masyarakat masih menemukan pedagang pasar tradisional Kota Palembang yang belum menjual minyak goreng subsidi dengan alasan masih menyimpan stok lama. 

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD