AALI
9725
ABBA
394
ABDA
0
ABMM
1420
ACES
1220
ACST
232
ACST-R
0
ADES
3000
ADHI
1025
ADMF
7725
ADMG
198
ADRO
1815
AGAR
330
AGII
1505
AGRO
1925
AGRO-R
0
AGRS
176
AHAP
81
AIMS
456
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
920
AKRA
4190
AKSI
424
ALDO
1035
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
272
Market Watch
Last updated : 2021/12/03 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
501.87
-1.3%
-6.63
IHSG
6538.51
-0.69%
-45.31
LQ45
938.93
-1.11%
-10.56
HSI
23766.69
-0.09%
-22.24
N225
28029.57
1%
+276.20
NYSE
0.00
-100%
-16133.89
Kurs
HKD/IDR 1,845
USD/IDR 14,395
Emas
819,409 / gram

Siapa yang Paling Siap Gantikan Garuda Indonesia, Pelita atau Citilink?

ECONOMICS
Suparjo Ramalan
Kamis, 21 Oktober 2021 17:15 WIB
Kementerian BUMN berencana untuk mempailitkan Garuda Indonesia nantinya flag carrier rencananya akan diberikan ke Citilink Indonesia atau ke Pelita Air Service.
Siapa yang Paling Siap Gantikan Garuda Indonesia, Pelita atau Citilink? (FOTO: MNC Media)
Siapa yang Paling Siap Gantikan Garuda Indonesia, Pelita atau Citilink? (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Kementerian BUMN berencana untuk mempailitkan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA), nantinya flag carrier rencananya akan diberikan ke Citilink Indonesia atau ke Pelita Air Service. Mana yang lebih baik?

Pengamat Penerbangan Alvin Lie menilai Citilink dalam posisi yang lebih siap untuk mengambil alih route dan pelanggan Garuda. 

Sementara itu, Pelita dinilai menerima tantangan berat, bila mendadak mengembangkan bisnis aviasi Garuda Indonesia. Tantangan itu berupa baik permodalan, armada, sumber daya manusia (SDM) maupun organisasi. 

"Akan lebih baik jika Pelita Air bertransformasi secara bertahap, daripada mengembangkan bisnis secara ekstrim," ujar Alvin saat dikonfirmasi MNC Portal Indonesia, Kamis (21/10/2021). 

Menurutnya, kemungkinan pemerintah mempersiapkan Pelita Air untuk menjadi airlines lini kedua sebagai mitra atau pelapis Citilink. Dimana, Citilink dapat berbagi peran dengan Pelita Air untuk membangun grup usaha yang berdaya saing kuat dalam industri. 

"Misalnya Citilink menjadi Full Service Carrier dan Pelita menjadi Low Cost Carrier. Pelita juga dapat menjadi feeder Citilink. Pengalaman dan jejaring bisnis Pak Albert Burhan (Direktur Utama Citilink) memimpin Citilink menjadi aset strategis Pelita Air dalam mengembangkan bisnisnya dan bermitra dengan Citilink," katanya. 

Pelita Air merupakan anak perusahaan dari PT Pertamina (Persero). Alvin mencatat, operasi Pelita sejauh ini cukup sehat sebagai operator penerbangan charter,  bukan Niaga berjadwal. Perusahaan pun masih mengoperasikan pesawat-pesawat kecil yang mencakup ATR 42-500, ATR 72-500, CASA 212-200 dan sejumlah helikopter. 

Pelita juga dipercaya mengoperasikan dan merawat pesawat Bae 146/ AVRO registrasi PKPJJ yang dulu dioperasikan sebagai pesawat Kepresidenan. Sebelumnya Pelita Air juga pernah mengoperasikan pesawat jet Fokker 70 dan Fokker 100. 

Kemudian, perusahaan baru saja memesan pesawat Airbus A320 dan mengajukan permohonan izin untuk menjadi operator penerbangan Niaga Berjadwal. 

"Skala operasi Pelita Air jauh lebih kecil dibanding Garuda maupun Citilink. Secara finansial Pelita Air cukup sehat dan Pertamina selaku induk perusahaan, memberi dukungan permodalan untuk mengembangkan bisnisnya. Namun Pelita sedang mempersiapkan diri memasuki bisnis penerbangan Niaga Berjadwal," tutur dia. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD