AALI
9425
ABBA
288
ABDA
6050
ABMM
2450
ACES
730
ACST
194
ACST-R
0
ADES
6125
ADHI
805
ADMF
8175
ADMG
175
ADRO
3160
AGAR
318
AGII
2200
AGRO
815
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
99
AIMS
262
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1540
AKRA
1185
AKSI
270
ALDO
755
ALKA
300
ALMI
296
ALTO
191
Market Watch
Last updated : 2022/08/15 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
535.36
-0.62%
-3.33
IHSG
7093.28
-0.51%
-36.00
LQ45
1005.79
-0.62%
-6.25
HSI
20040.86
-0.67%
-134.76
N225
28871.78
1.14%
+324.80
NYSE
0.00
-100%
-15602.90
Kurs
HKD/IDR 185
USD/IDR 14,685
Emas
840,341 / gram

Singgung Krisis Pangan, Jokowi: Lahan Kita Sangat Luas

ECONOMICS
Heri Purnomo
Senin, 20 Juni 2022 21:22 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) melihat banyak peluang bisnis di Indonesia dengan memanfaatkan potensi dalam urusan produksi pangan.
Singgung Krisis Pangan, Jokowi: Lahan Kita Sangat Luas. (Foto: MNC Media)
Singgung Krisis Pangan, Jokowi: Lahan Kita Sangat Luas. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melihat banyak peluang bisnis di Indonesia dengan memanfaatkan potensi dalam urusan produksi pangan. Oleh karena itu dirinya meminta kepada jajarannya untuk memanfaatkan potensi yang ada.

"Di sisi krisis pangan tadi yang saya sampaikan sebetulnya ada sisi peluangnya, untuk urusan pangan. Yang bisa kita kejar dalam waktu yang pendek," ujarnya dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/6/2022).

Jokowi menjelaskan bahwa petani diharapkan turut serta dalam memproduksi pangan dengan memanfaatkan lahan luas tersebut. Sehingga nantinya Indonesia bisa mandiri secara pangan. 

"Lahan kita ini sangat luas karena sisanya sangat banyak. HGU banyak (hak guna usaha) yang terlantar juga masih sangat banyak," katanya. 

Jokowi mencontohkan, misalnya dari petani sawit bisa memanfaatkan sebagian lahannya untuk ditumbuhi tanaman jagung dan porang.

"Di antara sawit itu kan sebetulnya bisa ditanami, yang pendek ditanami jagung, ada yang sudah gede ditanami porang," katanya.

"Kalau udah penuh stoknya, ya gampang sekali sekarang ini yang namanya memasarkan bahan pangan, gampang sekali, mudah sekali," katanya.

Melihat peluang tersebut, Jokowi menilai bahwa nantinya Indonesia tidak hanya mandiri secara pangan tetapi juga memiliki potensi lakukan ekspor kebutuhan pangan.

"Bayangkan kalau kita bisa memproduksi pangan dalam jangka yang pendek, kita terapkan semuanya, bukan hanya berdikari di bidang pangan, tetapi kita memiliki potensi untuk ekspor," katanya. 

"Permintaan itu sudah masuk banyak sekali, beras ada yang minta Rp100 ribu per bulan, ada yang minta 1 ton Rp2,5 juta untuk satu tahun. 2,5 Juta ton, saya kira ini akan meningkatkan cadangan devisa kita," pungkasnya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD