Namun, sebagai lembaga yang bergerak di sektor pembiayaan, kejelasan desain kebijakan sangat diperlukan agar pelaksanaannya tepat sasaran dan sesuai mandat. "Saya akan minta klarifikasi dulu dari PKP, koordinasi dengan PKP," tuturnya.
Ia juga menambahkan bahwa dukungan SMF nantinya akan diselaraskan dengan arahan kementerian teknis.
"Tapi pada dasarnya kita supportlah untuk itu (Gentengisasi). Tapi pada waktu implementasinya saya akan koordinasi dengan PKP," ujar Ananta.
Perlu diketahui, program Gentengisasi sendiri pertama kali digaungkan Presiden Prabowo Subianto dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah pada awal Februari lalu.
Presiden menginginkan adanya transformasi besar-besaran pada wajah pemukiman di Indonesia dengan mengganti atap logam atau seng dengan genteng modern yang lebih sejuk dan estetis.
(kunthi fahmar sandy)