AALI
9925
ABBA
294
ABDA
6725
ABMM
1400
ACES
1350
ACST
199
ACST-R
0
ADES
3700
ADHI
845
ADMF
7600
ADMG
195
ADRO
2280
AGAR
354
AGII
1465
AGRO
1480
AGRO-R
0
AGRS
149
AHAP
71
AIMS
406
AIMS-W
0
AISA
177
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1130
AKRA
805
AKSI
740
ALDO
1385
ALKA
358
ALMI
296
ALTO
224
Market Watch
Last updated : 2022/01/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.40
-0.46%
-2.33
IHSG
6661.73
-0.47%
-31.67
LQ45
948.37
-0.48%
-4.58
HSI
24196.26
-0.77%
-187.06
N225
28318.54
0.69%
+194.26
NYSE
17219.06
-0.23%
-39.94
Kurs
HKD/IDR 1,836
USD/IDR 14,305
Emas
836,242 / gram

Sokong Transisi Energi, PLN Dapat Bantuan Rp8 Triliun dari Prancis

ECONOMICS
Athika Rahma
Jum'at, 26 November 2021 11:14 WIB
PLN mendapatkan bantuan 500 juta euro atau Rp 8 triliun dari Badan Pembangunan Prancis.
Sokong Transisi Energi, PLN Dapat Bantuan Rp8 Triliun dari Prancis(Dok.MNC Media)
Sokong Transisi Energi, PLN Dapat Bantuan Rp8 Triliun dari Prancis(Dok.MNC Media)

Dalam skenario business as usual (BaU), emisi sektor listrik mencapai 0,92 miliar ton CO2 pada 2060. Maka dari itu, PLN meluncurkan strategi demi menjadi perusahaan listrik yang bersih dan hijau. Salah satunya dengan menghentikan pembangunan serta memensiunkan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) eksisting secara bertahap.

"Berdasarkan peta jalan, PLN akan memensiunkan PLTU sub-critical sebesar 10 Giga Watt (GW) pada tahun 2035. Kemudian PLTU super critical sebesar 10 GW juga akan dipensiunkan pada tahun 2045. Tahap terakhir pada tahun 2055, PLTU ultra super critical 55 GW dipensiunkan," katanya.

Pada saat bersamaan, PLN akan berinvestasi untuk mempercepat peningkatan kapasitas pembangkit energi baru terbarukan (EBT) hingga 20,9 GW, serta pengembangan teknologi penyimpanan listrik dalam bentuk baterai berukuran besar hingga teknologi penangkapan karbon dan hidrogen. Program lain yang disiapkan PLN untuk mendukung transisi energi yaitu ekspansi gas, program co-firing, konversi PLTD ke EBT, hingga peningkatan efisiensi energi dan pengurangan susut jaringan.

"Setidaknya PLN membutuhkan investasi lebih dari USD 500 miliar untuk mendukung pencapaian Carbon Neutral pada 2060. Oleh karena itu, PLN membutuhkan dukungan dari banyak pihak untuk menjalankan transisi energi ini," imbuh Zulkifli.

Di sisi lain, selama 10 tahun terakhir, AFD telah memobilisasi 520 juta euro untuk mendukung Indonesia dalam reformasi sektor energi, pembiayaan investasi publik, dan mobilisasi tenaga ahli dari Prancis. Dalam jangka waktu tersebut, Indonesia telah mengalami pertumbuhan ekonomi signifikan yang menyebabkan konsumsi energi menjadi 2 kali lipat.

Untuk turut berkontribusi mengendalikan perubahan iklim, Indonesia berkomitmen mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) dalam kerangka Perjanjian Paris sebesar 29 persen dari skenario BaU dengan upaya sendiri dan 41 persen dengan dukungan masyarakat internasional.

Dengan penguatan kerja sama ini, maka AFD akan membantu Indonesia dalam bentuk hibah untuk bantuan teknis dalam persiapan dan pelaksanaan proyek, pinjaman lunak kepada pemerintah Indonesia dan PLN, atau bahkan pinjaman kepada sektor swasta untuk investasi energi terbarukan dan efisiensi energi.

Melalui komitmen ini, diharapkan mampu menghasilkan pengumuman rencana netralitas karbon di sektor energi pada tahun 2021, yang akan dicapai pada tahun 2050.

Pemerintah pun telah mengeluarkan pengumuman moratorium pembangunan pembangkit listrik baru di batu bara, serta publikasi rencana investasi PLN (RUPTL – Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik) 2021-2030.

Pada RUPTL terhijau yang pernah ada ini, porsi energi baru terbarukan (EBT) lebih besar yakni 51,6 persen atau 20.923 MW, sementara porsi energi fosil lebih rendah yakni 48 persen atau 19.652 MW.  

(IND) 

Halaman : 1 2 Tampilkan semua
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD