Untuk komoditas daging, dia meminta pengawasan dilakukan hingga ke tingkat feedlotter atau penggemukan sapi. Bahkan, Amran mengancam tidak akan memberikan kuota impor bagi pelaku usaha yang terbukti memainkan harga.
Amran juga menyinggung laporan adanya rumah potong hewan (RPH) yang menaikkan harga hingga Rp1.000. Menurutnya, tidak boleh ada kompromi terhadap praktik tersebut.
"Kalau harganya dinaikkan, langsung cabut. Nggak boleh operasi. Foodlooter yang me-supply juga dicabut. Jadi dua-dua kami cabut. Awasi distributornya. Awasi RPH yang mendistribusikan pangan," ujarnya.
(NIA DEVIYANA)