AALI
11950
ABBA
189
ABDA
6250
ABMM
3230
ACES
1015
ACST
165
ACST-R
0
ADES
4800
ADHI
680
ADMF
8075
ADMG
167
ADRO
3190
AGAR
332
AGII
1925
AGRO
935
AGRO-R
0
AGRS
116
AHAP
61
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
159
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1020
AKSI
234
ALDO
920
ALKA
298
ALMI
272
ALTO
199
Market Watch
Last updated : 2022/05/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
543.10
1.19%
+6.37
IHSG
6793.41
2.24%
+148.95
LQ45
1016.00
1.18%
+11.88
HSI
20644.28
0.2%
+41.76
N225
26911.20
0.94%
+251.45
NYSE
0.00
-100%
-15259.82
Kurs
HKD/IDR 1,869
USD/IDR 14,690
Emas
859,367 / gram

Sri Mulayani: Omicron Menyebar, Transisi Pandemi ke Endemi Jadi Tidak Mudah

ECONOMICS
Michelle Natalia
Kamis, 27 Januari 2022 15:04 WIB
Pemerintah menargetkan tahun ini Indonesia bisa terlepas dari pandemi ke endemi Covid-19. Namun, setelah Omicron menyebar, transisi ini menjadi tidak mudah.
Sri Mulayani: Omicron Menyebar, Transisi Pandemi ke Endemi Jadi Tidak Mudah (FOTO: MNC Media)
Sri Mulayani: Omicron Menyebar, Transisi Pandemi ke Endemi Jadi Tidak Mudah (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Pemerintah menargetkan tahun ini Indonesia bisa terlepas dari pandemi ke endemi Covid-19. Namun, setelah Omicron menyebar, transisi ini menjadi tidak mudah. 

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah masih terus mewaspadai perkembangan kasus Omicron. Hal ini karena kenaikan angka penularan varian ini, membuat transisi dari pandemi ke endemi tidak akan mudah.

Berdasarkan data, kasus harian Omicron di Indonesia masih terbilang rendah atau hanya 1.808 kasus. Sementara secara global, kasus harian meningkat menjadi 3,3 juta dengan angka kematian mencapai 8 ribu jiwa.

"Indonesia masih rendah, namun kita memiliki kewaspadaan yang tinggi dengan tren kenaikan terutama Omicron dari penularan yang sekarang sifatnya lokal," ujar Sri dalam rapat dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Kamis(27/1/2022).

Untuk itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta seluruh jajaran kabinet maupun otoritas terkait untuk meningkatkan vaksinasi dan booster. Kendati demikian, pemerintah tetap akan menyiapkan strategi peralihan dari kondisi pandemi menjadi endemi.

"Transisinya akan terus kita kalibrasi, kita akan terus menggunakan semua instrumen kebijakan secara fleksibel karena path atau perjalanan ke endemi ini tidak smooth," ungkap Sri.

Bukan hanya itu, sambung dia, pemerintah juga akan terus memperhatikan kemungkinan munculnya berbagai varian baru COVID-19, termasuk perkembangan produksi vaksin serta obat yang lebih ampuh dalam mengatasi penularan pandemi.

"Setiap negara juga terus mencoba-coba, jadi kita akan melihat termasuk perkembangan dari varian atau jenis virusnya, serta kemungkinan ditemukannya vaksin dan pengobatan lebih baik," tutup Sri Mulyani. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD