AALI
9800
ABBA
188
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7375
ADHI
815
ADMF
8100
ADMG
177
ADRO
2970
AGAR
318
AGII
1950
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1640
AKRA
1060
AKSI
294
ALDO
855
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
228
Market Watch
Last updated : 2022/06/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.03
0.56%
+3.01
IHSG
7042.94
0.64%
+44.67
LQ45
1018.99
0.57%
+5.77
HSI
21719.06
2.09%
+445.19
N225
26491.97
1.23%
+320.72
NYSE
14402.12
0.34%
+49.32
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,845
Emas
873,761 / gram

Sri Mulyani Akui Sulitnya Turunkan Defisit APBN 

ECONOMICS
Michelle Natalia
Rabu, 19 Januari 2022 15:42 WIB
Realisasi defisit Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2021 diperkirakan mencapai 4,65 persen dari PDB atau sekitar Rp783,7 triliun.
Sri Mulyani Akui Sulitnya Turunkan Defisit APBN (FOTO: MNC Media)
Sri Mulyani Akui Sulitnya Turunkan Defisit APBN (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Realisasi defisit Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2021 diperkirakan mencapai 4,65 persen dari PDB atau sekitar Rp783,7 triliun. Untuk menurunkan defisit ini di 2022 tidaklah mudah.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, realisasi sementara defisit APBN pada akhir 2021 mencapai Rp783,7 triliun atau setara dengan 4,65 persen dari produk domestik bruto (PDB). Defisit APBN tersebut lebih rendah dari realisasi APBN 2020 sebesar 6,14 persen.

"Kalau bapak dan ibu sekalian suka melihat episode suatu negara-negara yang mengalami krisis. Menurunkan fiscal deficit dalam waktu 12 bulan sebesar ini, it isn't an easy task," ujar Sri dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR di Jakarta, Rabu (19/1/2022).

Sri mengatakan bahwa realisasi defisit 2021 lebih kecil dari yang direncanakan pemerintah dalam UU APBN 2021, yaitu Rp1.006,4 triliun atau 5,7 persen PDB. Menurutnya, realisasi defisit bisa diturunkan karena kinerja pendapatan negara yang positif pada tahun lalu.

"Realisasi pendapatan negara 2021 secara umum telah menunjukkan pemulihan yang kuat. Pendapatan negara sepanjang 2021 mencapai Rp2.003,1 triliun atau setara dengan 115 persen dari target Rp1.743,6 triliun," ungkapnya.

Pendapatan negara ditopang penerimaan pajak yang mencapai Rp1.277,5 triliun atau setara dengan 104 persen terhadap target Rp1.229,59 triliun. Lalu, realisasi penerimaan dari bea dan cukai mencapai Rp269 triliun atau 125 persen dari target Rp215,0 triliun.

Sementara itu, realisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) mencapai Rp452,0 triliun atau 152 persen dari target Rp298,2 triliun. Adapun realisasi belanja 2021 mencapai Rp2.786,8 triliun atau 101 persen dari pagu Rp2.750 triliun.

Sri menambahkan realisasi defisit APBN 2021 yang lebih kecil juga membuat pembiayaan utang hanya Rp967,4 triliun atau 74 persen dari target Rp1.177,4 triliun. Realisasi ini juga membuat target defisit 3 persen pada 2023 sesuai amanat UU 2/2020 menjadi makin mulus.

"Dalam hal ini, ini juga suatu achievement yang luar biasa," tutup Sri Mulyani. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD