AALI
9925
ABBA
410
ABDA
6500
ABMM
1590
ACES
1270
ACST
238
ACST-R
0
ADES
3040
ADHI
1085
ADMF
7800
ADMG
194
ADRO
1910
AGAR
336
AGII
1440
AGRO
2260
AGRO-R
0
AGRS
190
AHAP
71
AIMS
450
AIMS-W
0
AISA
204
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1000
AKRA
4270
AKSI
404
ALDO
910
ALKA
236
ALMI
250
ALTO
276
Market Watch
Last updated : 2021/12/08 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.19
-0.06%
-0.31
IHSG
6617.89
0.23%
+15.33
LQ45
949.56
-0.06%
-0.61
HSI
24053.21
0.29%
+69.55
N225
28774.05
1.12%
+318.45
NYSE
16853.57
1.58%
+261.60
Kurs
HKD/IDR 1,846
USD/IDR 14,405
Emas
828,991 / gram

Sri Mulyani Sebut Ekonomi RI Lebih Baik di Asia Tenggara

ECONOMICS
Rina Anggraeni
Selasa, 07 September 2021 18:17 WIB
Menkeu Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia jauh lebih baik dibandingkan negara-negara di Asia Tenggara.
Sri Mulyani Sebut Ekonomi RI Lebih Baik di Asia Tenggara (FOTO: MNC Media)
Sri Mulyani Sebut Ekonomi RI Lebih Baik di Asia Tenggara (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia jauh lebih baik dibandingkan negara-negara di Asia Tenggara.

Ia menilai APBN hadir dan bekerja keras menjaga serta melindungi masyarakat dari dampak pandemi Covid-19 melalui program penanganan kesehatan dan berbagai Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

“Instrumen APBN telah mampu menahan laju kontraksi pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2020 menjadi minus 2,07%. Dan ini menjadikan Indonesia sebagai negara yang memiliki level kontraksi ekonomi yang moderat yang terdampak pandemi Covid-19,” ungkap Menkeu dalam rapat paripurna di Jakarta, Selasa (7/9/2021)

Lebih lanjut, Mantan anggota Bank Dunia mengungkapkan berdasarkan data Asian Development Bank Outlook pada April 2021, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2020 relatif lebih baik dibandingkan dengan rata-rata pertumbuhan ekonomi negara di Asia Tenggara yang mengalami kontraksi 4,0% akibat Covid-19.

"Kontraksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2020 juga jauh lebih baik jika dibandingkan rata-rata negara G-20 yang mengalami kontraksi minus 4,7% atau juga kalau dibandingkan negara peer ASEAN-6 yang mengalami kontraksi 4,3%," katanya.

Menurutnya, kontraksi Indonesia yang 2,07% salah satunya merupakan hasil dari desain APBN 2020 yang dirancang responsif, dan didukung oleh DPR.


APBN 2020 terbukti berperan menjaga Indonesia dari kontraksi ekonomi yang lebih dalam dan memberikan manfaat kepada masyarakat dalam berbagai lini, sehingga menahan laju angka kemiskinan.


"Program Penanganan Pandemi Covid-19 dan PEN (PCPEN) mencakup enam klaster yaitu kesehatan, perlindungan sosial, dukungan UMKM, pembiayaan korporasi, sektoral Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah serta insentif usaha yang menjadi fokus penanganan krisis, dengan anggaran Rp695,2 triliun," tandasnya. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD