AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26126.93
0.42%
+109.40
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
17132.22
0.29%
+49.07
Kurs
HKD/IDR 1,814
USD/IDR 14,120
Emas
813,779 / gram

Sri Mulyani Sebut Semakin Sibuk Jelang Akhir Tahun, Ternyata Ini Alasannya

ECONOMICS
Michelle Natalia
Jum'at, 26 November 2021 13:34 WIB
Jelang tutup tahun, dirjen bea dan cukai, dirjen kekayaan negara, dirjen pajak, dan lainnya akan bekerja di front line untuk selesaikan satu tahun anggaran
Sri Mulyani Sebut Semakin Sibuk Jelang Akhir Tahun, Ternyata Ini Alasannya (FOTO:MNC Media)
Sri Mulyani Sebut Semakin Sibuk Jelang Akhir Tahun, Ternyata Ini Alasannya (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Menjelang berakhirnya tahun 2021, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku kesibukan dirinya sebagai menteri akan semakin meningkat. Mengapa? Hal ini karena sejumlah direktorat yang berada dibawah naungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), seperti halnya Dirjen Bea Cukai hingga Pajak akan semakin sibuk melakukan perhitungan satu tahun anggaran. 

"Jelang tutup tahun, dirjen bea dan cukai, dirjen kekayaan negara, dirjen pajak, dan lainnya akan bekerja di front line untuk selesaikan satu tahun anggaran," ujar Sri dalam acara Groundbreaking Rusunara di Jayapura secara virtual, Jumat (26/11/2021). 

Namun, dia menyebutkan bahwa dirinya tetap optimistis kinerja keuangan pada tahun 2021 akan jauh lebih baik dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, karena banyaknya indikator yang menunjukkan perkembangan perekonomian yang semakin membaik.  

"APBN kita bisa tutup sangat baik, tingkat penerimaan bagus, belanjanya bagus, artinya kita bisa menguatkan lagi perekonomian Indonesia dari dampak COVID-19. Serta berupaya sehatkan lagi APBN," pungkasnya. 

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD