AALI
9725
ABBA
394
ABDA
0
ABMM
1420
ACES
1220
ACST
232
ACST-R
0
ADES
3000
ADHI
1025
ADMF
7725
ADMG
198
ADRO
1815
AGAR
330
AGII
1505
AGRO
1925
AGRO-R
0
AGRS
176
AHAP
81
AIMS
456
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
920
AKRA
4190
AKSI
424
ALDO
1035
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
272
Market Watch
Last updated : 2021/12/03 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
501.87
-1.3%
-6.63
IHSG
6538.51
-0.69%
-45.31
LQ45
938.93
-1.11%
-10.56
HSI
23766.69
-0.09%
-22.24
N225
28029.57
1%
+276.20
NYSE
0.00
-100%
-16133.89
Kurs
HKD/IDR 1,845
USD/IDR 14,395
Emas
819,409 / gram

Sedih Lihat Kantor Pajak Beroperasi di Ruko Sewaan, Ini Perintah Sri Mulyani

ECONOMICS
Michelle Natalia
Kamis, 25 November 2021 18:22 WIB
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengaku sedih melihat sejumlah kantor pajak malah beroperasi di ruko-ruko sewaan.
Sedih Lihat Kantor Pajak Beroperasi di Ruko Sewaan, Ini Perintah Sri Mulyani. (Foto: MNC Media)
Sedih Lihat Kantor Pajak Beroperasi di Ruko Sewaan, Ini Perintah Sri Mulyani. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengaku sedih melihat sejumlah kantor pajak malah beroperasi di ruko-ruko sewaan. Tak ingin berlama-lama, dia pun memerintahkan jajarannya untuk mencari aset pemerintah sebagai penggantinya.

"Banyak yang tidak memahami, banyak kantor dari perpajakan kita itu masih ada yang sewa di ruko-ruko. Padahal mereka tugas sangat penting kumpulkan keuangan negara," ujar Sri dalam  Seremoni Serah Terima Aset Eks BLBI secara virtual di Jakarta, Kamis(25/11/2021).

Padahal, lanjut Sri, masih banyak aset-aset negara yang bisa difungsikan sebagai kantor Kementerian/Lembaga (K/L).

"Dengan begitu, beberapa K/L tidak lagi menyewa kantor atau ruko. Jadi kami kalau melihat aset-aset di berbagai daerah yang memang bisa digunakan untuk bisa membangun terutama kantor di instansi vertikal di Kemenkeu baik pajak dan bea cukai," ungkap Sri. 

Menyikapi situasi ini, dia pun meminta kepada jajarannya untuk kembali menyisir aset-aset negara yang bisa dialihfungsikan sebagai kantor K/L.

"Saya tadi lihat di Batam, Semarang, Makassar dan Samarinda jumlahnya 2.576 m2 dan nilainya mencapai Rp112,3 miliar," pungkas Sri. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD