AALI
9325
ABBA
208
ABDA
5500
ABMM
2080
ACES
725
ACST
156
ACST-R
0
ADES
6175
ADHI
710
ADMF
7975
ADMG
165
ADRO
2770
AGAR
336
AGII
1995
AGRO
615
AGRO-R
0
AGRS
114
AHAP
56
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
138
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1330
AKRA
900
AKSI
288
ALDO
790
ALKA
300
ALMI
298
ALTO
196
Market Watch
Last updated : 2022/07/04 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
506.36
-2.52%
-13.10
IHSG
6639.17
-2.28%
-155.16
LQ45
950.15
-2.48%
-24.18
HSI
21797.52
-0.29%
-62.27
N225
26153.81
0.84%
+218.19
NYSE
14636.76
1.03%
+149.16
Kurs
HKD/IDR 1,905
USD/IDR 14,965
Emas
870,052 / gram

Sedih Lihat Kantor Pajak Beroperasi di Ruko Sewaan, Ini Perintah Sri Mulyani

ECONOMICS
Michelle Natalia
Kamis, 25 November 2021 18:22 WIB
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengaku sedih melihat sejumlah kantor pajak malah beroperasi di ruko-ruko sewaan.
Sedih Lihat Kantor Pajak Beroperasi di Ruko Sewaan, Ini Perintah Sri Mulyani. (Foto: MNC Media)
Sedih Lihat Kantor Pajak Beroperasi di Ruko Sewaan, Ini Perintah Sri Mulyani. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengaku sedih melihat sejumlah kantor pajak malah beroperasi di ruko-ruko sewaan. Tak ingin berlama-lama, dia pun memerintahkan jajarannya untuk mencari aset pemerintah sebagai penggantinya.

"Banyak yang tidak memahami, banyak kantor dari perpajakan kita itu masih ada yang sewa di ruko-ruko. Padahal mereka tugas sangat penting kumpulkan keuangan negara," ujar Sri dalam  Seremoni Serah Terima Aset Eks BLBI secara virtual di Jakarta, Kamis(25/11/2021).

Padahal, lanjut Sri, masih banyak aset-aset negara yang bisa difungsikan sebagai kantor Kementerian/Lembaga (K/L).

"Dengan begitu, beberapa K/L tidak lagi menyewa kantor atau ruko. Jadi kami kalau melihat aset-aset di berbagai daerah yang memang bisa digunakan untuk bisa membangun terutama kantor di instansi vertikal di Kemenkeu baik pajak dan bea cukai," ungkap Sri. 

Menyikapi situasi ini, dia pun meminta kepada jajarannya untuk kembali menyisir aset-aset negara yang bisa dialihfungsikan sebagai kantor K/L.

"Saya tadi lihat di Batam, Semarang, Makassar dan Samarinda jumlahnya 2.576 m2 dan nilainya mencapai Rp112,3 miliar," pungkas Sri. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD