AALI
9725
ABBA
394
ABDA
0
ABMM
1420
ACES
1220
ACST
232
ACST-R
0
ADES
3000
ADHI
1025
ADMF
7725
ADMG
198
ADRO
1815
AGAR
330
AGII
1505
AGRO
1925
AGRO-R
0
AGRS
176
AHAP
81
AIMS
456
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
920
AKRA
4190
AKSI
424
ALDO
1035
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
272
Market Watch
Last updated : 2021/12/03 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
501.87
-1.3%
-6.63
IHSG
6538.51
-0.69%
-45.31
LQ45
938.93
-1.11%
-10.56
HSI
23766.69
-0.09%
-22.24
N225
28029.57
1%
+276.20
NYSE
0.00
-100%
-16133.89
Kurs
HKD/IDR 1,845
USD/IDR 14,395
Emas
819,409 / gram

Meski Melambat, Sri Mulyani Bangga Ekonomi RI Berangsur Pulih

ECONOMICS
Michelle Natalia
Kamis, 25 November 2021 18:20 WIB
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengungkapkan rasa syukurnya di mana perekonomian Indonesia sudah berangsur pulih.
Meski Melambat, Sri Mulyani Bangga Ekonomi RI Berangsur Pulih. (Foto: MNC Media)
Meski Melambat, Sri Mulyani Bangga Ekonomi RI Berangsur Pulih. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengungkapkan rasa syukurnya di mana perekonomian Indonesia sudah berangsur pulih. Apalagi, sektor-sektor yang terkena hantaman Covid-19 mulai beraktivitas kembali seperti sedia kala.

Eks Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengungkapkan Indonesia adalah salah satu negara yang perekonomiannya telah kembali ke tingkat atau level sebelum pandemi COVID-19. Meski pertumbuhan Indonesia pada kuartal III 2021 mengalami perlambatan, di mana angka yang tercatat tumbuh 3,5% dari 7,1% pada kuartal sebelumnya.

"Namun, tentu perlambatan ekonomi ini tidak hanya dialami Indonesia, tetapi oleh banyak negara di dunia," ujar Sri dalam konferensi pers virtual APBN KITA pada Kamis (25/11/2021). 

Dia mencontohkan pertumbuhan ekonomi China yang juga melambat dari 7,9% pada kuartal II 2021 menjadi 4,9% pada kuartal III, ekonomi Amerika Serikat dari 12,2% menjadi 4,9%, dan Filipina dari 12% menjadi 7,1%. Dengan perhitungan skala 100, size PDB Indonesia telah mencapai 101,1. 

"China sudah melonjak, AS juga, Filipina belum, Thailand baru saja, dan tetangga kita, Malaysia, masih 96,4," ungkap Sri. 

Bahkan, kondisi Indonesia yang membaik ini, lanjut dia, sudah mendapatkan afirmasi berupa rating dari Fitch yang baru mengumumkan bahwa Indonesia berada pada tingkat BBB. Hal ini juga didukung dengan aktivitas ekonomi domestik yang membaik, akselerasi vaksinasi, dan dari sisi konsolidasi fiskal dan reformasi perpajakan, merupakan faktor yang mendorong Indonesia tetap terjaga dari sisi credit rating.

"Ini menggambarkan momentum pemulihan berjalan baik dan upaya pemerintah untuk memperbaiki kondisi struktural juga dilihat menjadi satu hasil yang cukup baik,” tutup Sri. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD