AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26126.93
0.42%
+109.40
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
17132.22
0.29%
+49.07
Kurs
HKD/IDR 1,814
USD/IDR 14,120
Emas
813,779 / gram

Kematian Harian Covid-19 Dunia Membludak, Sri Mulyani Minta RI Waspadai Gelombang Baru

ECONOMICS
Michelle Natalia
Kamis, 25 November 2021 17:52 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, kasus kematian dan harian COVID-19 kembali naik secara global.
Kematian Harian Covid-19 Dunia Membludak, Sri Mulyani Minta RI Waspadai Gelombang Baru (FOTO:MNC Media)
Kematian Harian Covid-19 Dunia Membludak, Sri Mulyani Minta RI Waspadai Gelombang Baru (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, kasus kematian dan harian COVID-19 kembali naik secara global. 

Hal tersebut juga didorong oleh benua Eropa. Berdasarkan pengalaman tahun lalu, gelombang baru terjadi saat musim dingin dan libur Nataru.  

Total kasus COVID-19 global per 23 November 2021 adalah sebanyak 259 juta, dengan kasus rata-rata dalam 7 hari terakhir 551.045 kasus. 

Sementara itu, angka kematian COVID-19 global per 23 November 2021 adalah sebanyak 5,18 juta, dengan rata-rata 7 hari terakhir adalah sebanyak 7.086. 

"Untuk vaksinasi global, sudah 7,78 miliar dosis di 184 negara, dengan rata-rata 42,6% penduduk dunia sudah mendapat vaksinasi lengkap. Di negara-negara maju sepertinya angka vaksinasi sudah berada di kisaran 60-70%," ujar Sri dalam konferensi pers virtual APBN KITA pada Kamis (25/11/2021).  

Dia mengatakan, meskipun angka kasus aktif di Indonesia sudah mulai menurun drastis, terendah sejak Juni 2020, masih ada beberapa faktor yang perlu diwaspadai dan diantisipasi. 

"Faktor pertama adalah tren reopening yang meluas, kemudian adanya musim dingin dan libur Nataru, juga efektivitas vaksin yang memudar seiring waktu, dan munculnya varian baru COVID-19," tuturnya.  

Vaksinasi juga harus terus ditingkatkan sebagai salah satu upaya utama pengendalian pandemi. Untuk saat ini, sambung Sri, angka vaksinasi per hari (7DMA) per 23 November 2021 adalah di 1.285.593.  

"Ini tentu di bawah harapan kita untuk mengejar angka 2 juta per hari, sehingga target untuk mencapai 70% pada akhir tahun bisa dicapai," tukas Sri.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD