AALI
9900
ABBA
402
ABDA
0
ABMM
1460
ACES
1240
ACST
234
ACST-R
0
ADES
2880
ADHI
1020
ADMF
7700
ADMG
198
ADRO
1805
AGAR
340
AGII
1510
AGRO
2000
AGRO-R
0
AGRS
176
AHAP
67
AIMS
460
AIMS-W
0
AISA
208
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
965
AKRA
4170
AKSI
420
ALDO
1060
ALKA
242
ALMI
246
ALTO
270
Market Watch
Last updated : 2021/12/02 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
505.73
1.51%
+7.53
IHSG
6554.43
0.72%
+46.75
LQ45
944.61
1.4%
+13.07
HSI
23695.09
0.15%
+36.17
N225
27778.71
-0.56%
-156.91
NYSE
16133.89
-1.13%
-185.08
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,350
Emas
821,360 / gram

APBD Surplus 16,7 Persen, Sri Mulyani Sentil Pemda Karena Belanja Masih Lambat

ECONOMICS
Michelle Natalia
Kamis, 25 November 2021 17:55 WIB
Kondisi surplus APBD kemudian menyebabkan simpanan daerah di perbankan semakin membengkak
APBD Surplus 16,7 Persen, Sri Mulyani Sentil Pemda Karena Belanja Masih Lambat (FOTO:MNC Media)
APBD Surplus 16,7 Persen, Sri Mulyani Sentil Pemda Karena Belanja Masih Lambat (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegur pemerintah daerah (Pemda) karena mendapati fakta bahwa belanja di tingkat Pemda masih lambat. 

Justru di saat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mengalami defisit, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) malah mengalami surplus.  

"Belanja APBD ini memang melambat. Belanja APBN hingga akhir November tumbuh -2,21% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, saat APBN belanjanya meningkat. Ini menggambarkan pemda belum meningkatkan peran signifikan untuk ikut memulihkan perekonomian nasional," ujar Sri dalam konferensi pers virtual APBN KITA pada Kamis (25/11/2021).  

Sri mencatat bahwa realisasi penerimaan APBN seluruh daerah adalah 70,2% dari target. Angka ini lebih tinggi dibandingkan realisasi belanja yang 56,4% dari pagu.  

"Ini berarti daerah menikmati surplus sementara APBN berjuang keras mendorong pemulihan ekonomi akibat pandemi COVID-19," ungkapnya. 

Kondisi surplus APBD kemudian menyebabkan simpanan daerah di perbankan semakin membengkak. Per akhir Oktober, nilainya mencapai Rp226,71 triliun atau bertambah Rp32,59 triliun, atau sebesar 16,79% dari bulan sebelumnya. 

"Kita harap Pemda bisa mengakselerasi karena ini tinggal satu bulan akhir. Dari kemarin Bapak Presiden Joko Widodo sudah menyampaikan," tegasnya. 

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD