Menurutnya komposisi tersebut menggambarkan kebutuhan perjalanan yang tersebar di berbagai daerah dengan tujuan yang beragam.
Di balik 36,56 juta aktivitas naik dan turun tersebut, terdapat perjalanan menuju sekolah, kampus, rumah sakit, tempat kerja, pasar, pusat pelayanan publik, destinasi wisata, serta keluarga di daerah lain.
"Sebaran ini memperlihatkan peran transportasi dalam memperluas kesempatan masyarakat,” kata Anne.
Dia menuturkan data naik dan turun pelanggan di setiap stasiun memberikan gambaran mengenai pola mobilitas antardaerah.
Perkembangan volume dari waktu ke waktu juga menunjukkan perubahan kebutuhan perjalanan, baik pada stasiun dengan tingkat pelayanan tinggi maupun stasiun yang mulai melayani pelanggan.
Anne menegaskan pemerataan akses transportasi relevan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.
“Pemerataan transportasi pada akhirnya membuka pemerataan kesempatan. Ketika perjalanan semakin mudah direncanakan, masyarakat memiliki ruang yang lebih luas untuk belajar, menjaga kesehatan, bekerja, berdagang, dan meningkatkan kualitas hidup,” katanya.
(Nur Ichsan Yuniarto)