AALI
9775
ABBA
230
ABDA
0
ABMM
755
ACES
1470
ACST
286
ACST-R
0
ADES
1680
ADHI
1170
ADMF
8075
ADMG
172
ADRO
1200
AGAR
428
AGII
1110
AGRO
915
AGRO-R
0
AGRS
456
AHAP
72
AIMS
450
AIMS-W
0
AISA
278
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
600
AKRA
3350
AKSI
0
ALDO
890
ALKA
234
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/05/06 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
473.34
-0.06%
-0.29
IHSG
5969.67
-0.1%
-6.24
LQ45
890.08
-0.04%
-0.34
HSI
28515.76
0.34%
+97.78
N225
29391.19
2.01%
+578.56
NYSE
16348.41
0.36%
+59.14
Kurs
HKD/IDR 1,856
USD/IDR 14,435
Emas
829,817 / gram

Suara Hati Maskapai yang Ingin Tetap Angkut Pemudik

ECONOMICS
Giri Hartomo/Okezone
Kamis, 22 April 2021 19:13 WIB
Maskapai penerbangan berharap tahun ini bisa mengangkut pemudik di moment Hari Raya Idul Fitri.
Suara Hati Maskapai yang Ingin Tetap Angkut Pemudik (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Maskapai penerbangan berharap tahun ini bisa mengangkut pemudik di moment Hari Raya Idul Fitri. Pasalnya, momen tersebut merupakan puncak maskapai banyak mengangkut penumpang.

Ketua Umum Indonesia National Air Carrier Association (INACA) Denon Prawiraatmadja berharap agar mudik tidak dilarang. Sehingga maskapai penerbangan bisa tetap beroperasi pada periode 6-17 Mei tersebut. 

"Ya enggak dong. Kalau INACA pengennya terbang terus," ujarnya kepada media, Kamis (22/4/2021). 

Menurut Denon, pada saat mudik lebaran merupakan puncak atau peak season dari angkutan udara. Karena pada masa itu cukup banyak masyarakat yang menggunakan transportasi atau angkutan udara untuk pergi ke kampung halamannya. 

"Kita berharap lebaran itu kan bisa menjadi peak season," ucapnya. 

Namun menurut Denon, apa yang dilakukan dan diputuskan pemerintah sudah melalui banyak perhitungan khususnya untuk mengurangi dan mencegah penularan virus covid-19. Apalagi, pemerintah juga saat ini sedang melaksanakan program vaksinasi.  

Jika mudik masih diperbolehkan dikhawatirkan program vaksinsi yang sudah berjalan sejak Januari tidak berjalan dengan baik. Oleh karena itu lanjut Denon, sebagai pelaku industri, INACA hanya akan mengikuti apa yang akan dilakukan dan diputuskan oleh pemerintah. 

"Tapi kan pertimbangan pemerintah melakukan larangan mudik ini kan ada dasar perhitungannya. Karena pada saat kita mendistribusikan vaksin, jangan sampai vaksin ini jadi gagal gitu loh. Malah nanti enggak bisa mudik lagi. Kan banyak kasus karena udah vaksin enggak stay di rumah akhirnya kena sama juga. Kaya India itu yang dihindari," jelasnya. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD