AALI
9725
ABBA
394
ABDA
0
ABMM
1420
ACES
1220
ACST
232
ACST-R
0
ADES
3000
ADHI
1025
ADMF
7725
ADMG
198
ADRO
1815
AGAR
330
AGII
1505
AGRO
1925
AGRO-R
0
AGRS
176
AHAP
81
AIMS
456
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
920
AKRA
4190
AKSI
424
ALDO
1035
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
272
Market Watch
Last updated : 2021/12/03 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
501.87
-1.3%
-6.63
IHSG
6538.51
-0.69%
-45.31
LQ45
938.93
-1.11%
-10.56
HSI
23766.69
-0.09%
-22.24
N225
28029.57
1%
+276.20
NYSE
0.00
-100%
-16133.89
Kurs
HKD/IDR 1,845
USD/IDR 14,395
Emas
819,409 / gram

Sudah Tahu Pengertian Portofolio Investasi? Simak Penjelasannya

ECONOMICS
Shifa Nurhaliza
Sabtu, 20 Maret 2021 12:10 WIB
Investasi memang tidak terlepas dari yang namanya risiko. Namun, sebelum memilih jenis investasi, Anda sudah tahu pengertian portofolio investasi?
Sudah Tahu Pengertian Portofolio Investasi? Simak Penjelasannya (FOTO: MNC Media)
Sudah Tahu Pengertian Portofolio Investasi? Simak Penjelasannya (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Investasi memang tidak terlepas dari yang namanya risiko. Namun, sebelum memilih jenis investasi, Anda sudah tahu pengertian portofolio investasi? Kalau beli yuk simak penjelasannya.

Portofolio investasi (investment portfolio) yaitu kumpulan instrumen investasi yang dimiliki seorang investor atau sekumpulan investor. Portofolio dibuat sebagai strategi memaksimalkan tingkat keuntungan dalam berinvestasi dan meminimalisasi risiko.

Sasaran portofolio investasi tentunya bergantung pada target individu masing-masing investor. Portofolio atau bisa disebut kumpulan aset investasi, bisa berupa properti, deposito, saham, emas, obligasi, atau instrumen lainnya. Sementara portofolio saham adalah kumpulan aset investasi berupa saham, baik yang dimiliki perorangan atau perusahaan.

Dalam menyusun portofolio investasi, seorang investor memiliki kesempatan untuk melakukan diversifikasi. Di dalam portofolio investasi bisa ada portofolio lagi di dalamnya. Dalam portofolio investasi saham, investor bisa mengisinya dengan beberapa jenis saham. 

Jika investor hanya menaruh dana investasinya di satu saham misalnya, maka potensi risiko terhadap dana investasi tersebut akan tinggi. Karena jika satu saham yang dimilikinya tersebut mengalami penurunan harga maka semua dana yang dimilikinya akan berkurang. 

Namun, jika dana tersebut dibelikan sejumlah saham atau dibentuk portofolio, bisa jadi tidak semua saham dalam portofolio miliknya mengalami penurunan harga. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD