AALI
9750
ABBA
226
ABDA
0
ABMM
780
ACES
1470
ACST
290
ACST-R
0
ADES
1675
ADHI
1175
ADMF
8075
ADMG
167
ADRO
1185
AGAR
428
AGII
1110
AGRO
940
AGRO-R
0
AGRS
456
AHAP
71
AIMS
530
AIMS-W
0
AISA
280
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
3370
AKSI
785
ALDO
890
ALKA
254
ALMI
236
ALTO
320
Market Watch
Last updated : 2021/05/06 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
472.68
-0.2%
-0.95
IHSG
5970.24
-0.09%
-5.67
LQ45
888.95
-0.17%
-1.47
HSI
28637.46
0.77%
+219.46
N225
29331.37
1.8%
+518.74
NYSE
16348.41
0.36%
+59.14
Kurs
HKD/IDR 1,841
USD/IDR 14,315
Emas
824,769 / gram

Sumbar Catat Rekor Terburuk Covid-19, Ahli: Buka Puasa Bersama Perlu Dilarang

ECONOMICS
Rus Akbar/Kontributor
Kamis, 22 April 2021 12:48 WIB
Pemda juga mempertimbangkan kembali apakah Pesantren Ramadan perlu terus digelar secara tatap muka.
Sumbar catat rekor terburuk Covid-19. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Sejak kemarin terjadi lonjakan tinggi kasus terkonfirmasi positif covid-19 di Sumatera Barat, berdasarkan data dari Pantauan Covid-19 Sumatera Barat sejak kemarin Rabu (22/4)  terjadi lonjakan jumlah yang terkonfirmasi positif Covid-19 bertambah sebanyak 514 orang

Kepala Laboratorium Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand), dr Andani Eka Putra menyebut Sumbar mengalami kondisi terburuk sejak pandemi Covid-19 terjadi awal tahun lalu. Karena Positivity Rate (PR) atau perbandingan kasus (sampel) yang diperiksa dengan hasil positif Covid-19 yang ditemukan di provinsi ini sangat tinggi yaitu, 17,6 persen (batas yang ditetapkan WHO 5 persen).

Andani yang menjabat sebagai Tenaga Ahli Menteri Kesehatan itu merekomendasikan sejumlah langkah kepada pemerintah daerah (Pemda). Pemerintah daerah perlu mempertimbangkan pelarangan buka bersama pada bulan Ramadan, atau buka bersama tapi menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Pemda juga mempertimbangkan kembali apakah Pesantren Ramadan perlu terus digelar secara tatap muka, kemudian Pemda melakukan pengawasan protokol kesehatan saat salat tarawih,” ujarnya, Kamis (20/4/2021)

Saran berikutnya, pemerintah daerah harus memberikan sanksi kepada mal atau fasilitas umum yang menerima pengunjung tanpa protokol kesehatan. “Pemerintah juga perlu mempertimbangkan penerapan work from home (WFH) atau bekerja dari rumah untuk kantor pemerintah hingga Lebaran,” ujarnya.

Kemudian Pemda, melakukan pengawasan kepada pendatang, terlebih ada potensi pemudik yang nekat pulang kampung walau sudah dilarang pemerintah. “Pemda harus kembali memperkuat rumah sakit merupakan benteng terakhir penanganan Covid-19,” terangnya.

Berdasarkan data informasi Covid-19 di Sumbar kemarin sebanyak 514 orang bertambah,

Kota Padang 269 orang, Kota Padang Panjang 5 orang, Kota Bukittinggi 8 orang, Kota Payakumbuh 13 orang, Kota Solok 28 orang, Kota Sawahlunto 23 orang, Kota Pariaman 9 orang.

Kemudian Kabupaten Pasaman 3 orang, Kabupaten Padang Pariaman 9 orang, Kabupaten Agam 63 orang, Kabupaten Limapuluh Kota 15 orang, Kabupaten Solok 20 orang, Kabupaten Tanah Datar 13 orang, Kabupaten Pesisir Selatan 6 orang, Kabupaten Kepulauan Mentawai 5 orang,  Kabupaten Pasaman Barat 8 orang dan Kabupaten Solok Selatan 17 orang.(TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD