sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Pertumbuhan Ekonomi 2025 Diproyeksi 5,05 Persen, di Bawah Target APBN

Economics editor Anggie Ariesta
05/02/2026 07:51 WIB
Badan Pusat Statistik (BPS) dijadwalkan merilis data resmi pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 pada hari ini, Kamis (5/2/2026).
Pertumbuhan Ekonomi 2025 Diproyeksi 5,05 Persen, di Bawah Target APBN. Foto: iNews Media Group.
Pertumbuhan Ekonomi 2025 Diproyeksi 5,05 Persen, di Bawah Target APBN. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel – Badan Pusat Statistik (BPS) dijadwalkan merilis data resmi pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 pada hari ini, Kamis (5/2/2026). Meskipun menunjukkan resiliensi di tengah ketidakpastian global, realisasi pertumbuhan ekonomi nasional diperkirakan tidak mampu mencapai target 5,2 persen yang ditetapkan pemerintah.

Sejumlah analis memproyeksikan angka pertumbuhan tahunan akan berada di rentang 5,05 persen hingga 5,07 persen. Tekanan eksternal serta melambatnya permintaan global menjadi faktor penghambat utama, meski konsumsi domestik tetap menjadi penopang yang solid.

Ekonom LPEM FEB UI, Teuku Riefky, menilai meskipun terdapat akselerasi di penghujung tahun, akumulasi secara keseluruhan tetap akan tertahan di bawah target APBN.

"PDB diperkirakan tumbuh 5,18 persen untuk kuartal IV-2025, membuat angka pertumbuhan keseluruhan sebesar 5,05 persen untuk 2025," kata Riefky dalam laporan Indonesia Economic Outlook, dikutip Kamis (5/2).

Ekonomi Indonesia sepanjang tahun lalu mengalami fluktuasi yang dipengaruhi oleh berbagai faktor musiman dan kebijakan stimulus.

Rincian perjalanan pertumbuhan ekonomi per kuartal selama 2025 yakni Kuartal I sebesar 4,87 persen, Kuartal II sebesar 5,12 persen, Kuartal III sebesar 5,04 persen dan Kuartal IV (Estimasi) 5,18 persen hingga 5,25 persen.

Pertumbuhan ekonomi 2025 masih sangat bergantung pada tiga pilar utama yaitu konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah, dan investasi yang tetap kuat. Di sisi lain, kontribusi sektor eksternal tercatat lebih terbatas. 

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement