AALI
8250
ABBA
214
ABDA
6025
ABMM
3960
ACES
610
ACST
176
ACST-R
0
ADES
7175
ADHI
715
ADMF
8300
ADMG
167
ADRO
3960
AGAR
292
AGII
2350
AGRO
550
AGRO-R
0
AGRS
90
AHAP
85
AIMS
242
AIMS-W
0
AISA
164
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1635
AKRA
1350
AKSI
316
ALDO
655
ALKA
290
ALMI
392
ALTO
181
Market Watch
Last updated : 2022/09/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
534.58
0.21%
+1.10
IHSG
7040.80
0.07%
+4.60
LQ45
1011.48
0.24%
+2.44
HSI
17222.83
0.33%
+56.96
N225
25937.21
-1.84%
-484.84
NYSE
13608.29
-1.63%
-224.91
Kurs
HKD/IDR 1,939
USD/IDR 15,260
Emas
819,860 / gram

Sumber Mata Air di Cipatat Terancam Aktivitas Tambang

ECONOMICS
Adi Haryanto
Kamis, 18 Agustus 2022 23:18 WIB
Sumber mata air di Cipatat Bandung Barat terancam aktivitas tambang, khususnya batu kapur.
Sumber Mata Air Pertanian di Cipatat Terancam Aktivitas Tambang (Dok.MNC)
Sumber Mata Air Pertanian di Cipatat Terancam Aktivitas Tambang (Dok.MNC)

IDXChannel - Sumber mata air yang dipakai untuk kebutuhan masyarakat sehari-hari dan untuk pertanian di Desa Cipatat dan Desa Ciptaharja, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), terancam aktivitas tambang.

Khususnya aktivitas tambang batu kapur di Pegunungan Sanghyang, yang tidak jauh dari kedua desa tersebut. Sebab masifnya tambang di Leuweng Hideung, Gunung Guha, Gunung Balukbuk, serta Pasir Batununggal membuat mata air dan debit sungai dari tahun ke tahun terus menurun. 

"Tiap tahun debit air sungai dan mata air terus menurun, kalau aktivitas tambang terus dilakukan sepuluh tahun ke depan mungkin air bisa sulit didapatkan di sini," kata salah seorang petani di Kampung Sirnagalih, Desa Ciptaharja, Jeje (50), Kamis (18/8/2022).

Berdasarkan informasi Gunung Sanghyang dan Leuweung Hideung merupakan hulu dari lima sumber mata air besar. Yakni mengalir ke mata air Cipaneguh, mata air Pasir Sepat, mata air Cisaladah, mata air Ciketung, dan mata air Cijawer. 

Sumber mata air itu dipakai untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat, termasuk dimanfaatkan untuk pertanian. Seperti di kampung Pojok, Kampung Cijuhung, Kampung Sirnagalih, Kampung Cibarengkok, Kampung Lapingsari dan Kampung Gunung Batu Desa Ciptaharja. Serta sebagian wilayah Desa Cipatat.

"Dikarenalan pasokan air yang semakin berkurang, maka kebanyakan sawah kini beralih jadi tadah hujan sehingga panen dalam setahun hanya sekali, dua kali itu udah bagus," tuturnya.  

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD