"Surplus sepanjang Januari sampai dengan Desember 2025 tersebut terutama ditopang oleh surplus komoditas non migas yaitu sebesar USD60,70 miliar. Sementara komoditas migas masih mengalami defisit sebesar USD19,70 miliar," tutur Ateng.
Berdasarkan data BPS, Indonesia mencatatkan surplus perdagangan dengan beberapa negara dengan tiga terbesar yakni Amerika Serikat USD18,11 miliar, India USD13,49 miliar dan Filipina USD8,42 miliar.
Sementara itu, Indonesia mengalami defisit dengan China sebesar USD20,50 miliar, Australia USD5,65 miliar dan Singapura USD5,47 miliar.
Untuk neraca perdagangan kelompok nonmigas, tiga penyumbang surplus terbesar adalah Amerika Serikat USD21,12 miliar, India USD13,62 miliar dan Filipina USD8,33 miliar.
Sedangkan penyumbang defisit terdalam pada kelompok nonmigas adalah China USD22,17 miliar, Australia USD4,88 miliar dan Brazil USD1,76 miliar.
(DESI ANGRIANI)